spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaPenuh Khidmat! 258 Murid Spemma Pucang Surabaya Ikuti Uprak Manasik Haji Foskam...

    Penuh Khidmat! 258 Murid Spemma Pucang Surabaya Ikuti Uprak Manasik Haji Foskam Kota Surabaya

    Surabaya, kartanusa – Forum Silaturrahim Kepala Sekolah Muhammadiyah (Foskam) SMP/MTs Muhammadiyah Kota Surabaya gelar Ujian Praktek (Uprak) Manasik Haji 2025 di Asrama Haji Sukolilo Surabaya (Ahes) pada hari Selasa, (03/02/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas 9 SMP/MTs Muhammadiyah se-Surabaya.

    SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya mendukung penuh kegiatan tersebut, dengan mendapatkan 258 siswa kelas 9. Dengan antusias seluruh siswa Spemma mengikuti kegiatan Praktek Manasik Haji tersebut.

    “Ujian praktek manasik haji Spemma Pucang Surabaya bukan sekadar simulasi fisik, melainkan sebuah perjalanan spiritual dan edukasi yang dirancang untuk menanamkan karakter religius sejak dini.” Ujar Ustadz Misbach Noehruddin, S.Si., Kepala Spemma Pucang Surabaya.

    Lebih lanjut, Ustadz Misbach menjelaskan bahwa ada beberapa poin penting yang bisa diambil dari kegiatan tersebut, diantaranya adalah:

    Pertama, Internalisasi Rukun Islam Kelima; Kegiatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami teori di dalam kelas, tetapi juga merasakan pengalaman visual dan kinestetik mengenai tata cara ibadah haji.

    “Siswa belajar urutan yang benar, mulai dari niat di Miqat hingga Tahallul.” Imbuhnya.

    Suasana kegiatan ujian praktek manasik haji Foskam Kota Surabaya yang diikuti oleh 258 Murid Spemma Pucang Surabaya di Asrama Haji Surabaya

    Kedua, Pembentukan Karakter dan Kedisiplinan; Manasik haji di Spemma melatih kesabaran dan kekompakan.

    “Mengenakan kain ihram bagi siswa laki-laki dan pakaian serba putih bagi siswa perempuan menyimbolkan kesetaraan di hadapan Allah SWT, sekaligus melatih kedisiplinan dalam mengikuti aturan syariat.” Ungkapnya.

    Ketiga, Fasilitas dan Simulasi Realistik; Spemma Pucang Surabaya dikenal serius dalam menyelenggarakan praktek ini, seringkali menggunakan replika Ka’bah, area Shofa dan Marwah untuk Sa’i, hingga simulasi melempar Jumrah. Hal ini membantu siswa memvisualisasikan kondisi nyata di Tanah Suci.

    “Melalui manasik ini, Sekolah berharap benih kerinduan terhadap Baitullah tertanam di hati para siswa, sehingga ibadah haji bukan lagi sekadar impian jauh, melainkan cita-cita yang diperjuangkan sejak muda.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here