spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeKebudayaanCatatan Sejarah Nusantara : Kisah Soeharto di Karanganyar

    Catatan Sejarah Nusantara : Kisah Soeharto di Karanganyar

    Catatan Sejarah Nusantara : Kisah Soeharto di Karanganyar 

    Olah Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.

    (Bendahara Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jatim, Wakil Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah Gerakan Bela Negara Jatim)

    Berbeda dengan Bung Karno dan Jenderal Sudirman yang jejaknya berkaitan dengan masa perjuangan kemerdekaan, jejak Presiden Soeharto di Karanganyar sangat mendalam karena wilayah ini merupakan tanah kelahiran sekaligus tempat peristirahatan terakhirnya.

    Karanganyar bisa dibilang sebagai pusat spiritual bagi keluarga besar Soeharto. Dari beberapa literatur yang ada, berikut ini adalah jejak utamanya:

    Pertama, Tanah Kelahiran; Dusun Kemusuk (Dekat Perbatasan). Meskipun secara administratif Kemusuk masuk wilayah Argomulyo, Bantul, namun kedekatan emosional dan silsilah keluarga Soeharto sangat erat dengan wilayah eks-Karesidenan Surakarta, termasuk Karanganyar.

    “Soeharto sering menyebut dirinya sebagai Anak Desa dari lereng pegunungan ini”

    Kedua, Astana Giribangun; Peristirahatan Terakhir. Ini adalah jejak yang paling ikonik di Karanganyar. Terletak di Kecamatan Matesih, kompleks makam ini dibangun di atas bukit (Giri) yang sangat strategis secara spiritual Jawa.

    Lokasi berada di bawah makam para penguasa Mangkunegaran (Astana Mangadeg). Ini menunjukkan penghormatan Soeharto terhadap leluhurnya.

    “Hingga tahun 2026 ini, Astana Giribangun tetap menjadi magnet wisata religi dan sejarah. Banyak orang datang untuk mendoakan The Smiling General tersebut”

    Ketiga, Pengembangan Pariwisata Tawangmangu; Pada masa pemerintahannya (Orde Baru), Soeharto memberikan perhatian besar pada pembangunan infrastruktur di Karanganyar, terutama akses menuju Tawangmangu.

    Ia ingin menjadikan wilayah ini sebagai pusat peristirahatan dan pendidikan (seperti adanya BLK dan pusat-pusat pelatihan di sana). Bahkan, keluarga Cendana memiliki beberapa aset dan sering menghabiskan waktu di Karanganyar untuk kegiatan keluarga maupun sosial.

    Keempat, Kedekatan dengan Mangkunegaran; Istrinya, Ibu Tien Soeharto, adalah keturunan dari keluarga Mangkunegaran. Oleh karena itu, banyak pembangunan di Karanganyar yang diprakarsai oleh Ibu Tien melalui Yayasan Harapan Kita, termasuk renovasi situs-situs bersejarah yang ada di wilayah Karanganyar.

    Karanganyar seolah menjadi Tanah Para Raja dan Pemimpin. Fakta bahwa tokoh-tokoh besar bangsa ini memiliki jejak di sana memperkuat citra Karanganyar sebagai wilayah yang memiliki nilai historis dan spiritual yang sangat tinggi di Indonesia.

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here