Meneguhkan Khitah Haji Mabrur: Menghadirkan Solusi Strategis untuk Kedaulatan Bangsa
Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.
(Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah IPHI Jawa Timur)
Pelantikan Pengurus Pusat (PP) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) masa bakti 2026–2031 di bawah kepemimpinan Ketua Umum (Ketum) Dr. Ir. H. Erman Suparno, MBA., M.Si., bukan sekadar momentum regenerasi kepemimpinan organisasi, melainkan sebuah panggilan sejarah.
Di tengah dinamika global dan tantangan nasional yang kian kompleks, mulai dari isu ketahanan pangan, krisis energi, hingga kebutuhan mendesak akan penguatan akhlak mulia, IPHI hadir untuk membuktikan bahwa haji mabrur tidak berhenti pada dimensi ritual spiritual semata.
“Haji mabrur sepanjang hayat harus bermuara pada transformasi sosial, kemandirian ekonomi, dan kontribusi nyata bagi kemaslahatan umat serta bangsa”
Lima pokok pikiran utama dan strategis yang dicanangkan oleh PP IPHI, yang mencakup ketahanan pangan, pendidikan berkarakter, kemandirian ekonomi (Berdikari), solusi krisis energi, dan penegakan hukum yang berkeadilan — adalah manifestasi konkret dari peran strategis alumni haji sebagai perekat persatuan dan motor pembangunan nasional.
Terlebih, komitmen kuat untuk mengawal tata kelola serta transparansi dana haji melalui penguatan peran historis IPHI terhadap BPKH, menjadi langkah krusial dalam memastikan kemaslahatan jemaah senantiasa terjaga secara profesional dan akuntabel.
Komitmen Pengurus Wilayah IPHI Jawa Timur
“Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jawa Timur, kami menyampaikan selamat dan sukses atas dikukuhkannya Pengurus Pusat IPHI masa bakti 2026–2031 di bawah kepemimpinan yang bervisi besar, Dr. Ir. H. Erman Suparno, MBA., M.Si.”
PW IPHI Jawa Timur menyatakan siap berdiri di garis terdepan untuk bersinergi, mengawal, dan menyukseskan seluruh program strategis Pengurus Pusat dalam mewujudkan haji mabrur sepanjang hayat serta kemandirian umat.








