spot_img
No menu items!
More
    HomeOpiniCatatan Sejarah Nusantara : Bung Karno Dilahirkan; Surakarta, Blitar, Surabaya or Jombang 

    Catatan Sejarah Nusantara : Bung Karno Dilahirkan; Surakarta, Blitar, Surabaya or Jombang 

    Catatan Sejarah Nusantara : Bung Karno Dilahirkan; Surakarta, Blitar, Surabaya or Jombang 

    Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.

    (Wakil Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah Gerakan Bela Negara Jawa Timur)

    “Bung Karno dilahirkan di Surabaya, Jawa Timur”

    Meskipun selama bertahun-tahun banyak buku sejarah (terutama di era Orde Baru) mencatat beliau lahir di Blitar, penelitian sejarah yang lebih akurat dan pengakuan resmi keluarga menegaskan bahwa Sang Proklamator lahir di sebuah rumah kontrakan di Jalan Pandean IV Nomor 40, Kelurahan Peneleh, Surabaya.

    Mengapa Sering Terjadi Kekeliruan?

    Ada beberapa alasan mengapa informasi mengenai tempat lahir Bung Karno sempat simpang siur, karena beberapa hal berikut:

    Pertama, Masa Kecil di Blitar; Bung Karno memang menghabiskan masa kecilnya di Blitar, dan orang tuanya pun dimakamkan di sana. Hal ini membuat banyak orang berasumsi beliau lahir di sana.

    Kedua, Kepentingan Politik; Di masa lalu, ada upaya de-Soekarnoisasi yang mencoba mengaburkan jejak sejarah beliau, termasuk detail kelahirannya.

    Ketiga, Julukan Putra Sang Fajar; Istilah ini merujuk pada waktu kelahirannya saat fajar menyingsing pada 6 Juni 1901 di Surabaya.

    Bung Karno dan Keraton Surakarta

    Konon Bung Karno juga dilahirkan di Surakarta. Hal ini wajar sekali jika ada yang mengira beliau lahir di Surakarta, mengingat silsilah keluarga Bung Karno memang sangat kental dengan darah bangsawan Jawa. Namun, secara historis, beliau tidak lahir di Surakarta.

    Mari kita luruskan sedikit benang kusut sejarahnya agar lebih jernih: Hubungan dengan Keraton?

    Bung Karno memang memiliki darah ningrat, tapi jalurnya bukan langsung dari Keraton Surakarta, ini beberapa referensi terkait pandangan tersebut:

    Pertama, Ayahnya, Raden Soekemi Sosrodihardjo; Adalah seorang keturunan bangsawan Jawa dari Kediri (masih trah Sultan Kediri). Ia adalah seorang guru yang ditugaskan berpindah-pindah oleh pemerintah kolonial. Sedangkan Ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai Berasal dari kasta Brahmana di Bali.

    Adapun kaitan dengan Solo adalah nama Soekarno sendiri yang diambil dari tokoh pewayangan Adipati Karna, pahlawan dalam perang Bharatayudha. Ayahnya mengubah namanya dari Koesno menjadi Soekarno agar ia tumbuh menjadi sosok yang kuat seperti tokoh tersebut.

    Mengapa Surabaya, bukan Surakarta?

    Dalam beberapa literatur bahwa Ayah Bung Karno, Raden Soekemi, dipindahtugaskan dari Singaraja (Bali) ke Surabaya pada tahun 1901. Di kota pelabuhan inilah Bung Karno lahir di sebuah rumah kecil di kawasan Peneleh.

    Bung Karno sering disebut sebagai Bangsa Jawa yang lahir di Surabaya dan besar di Mojokerto serta Blitar. Jadi, meskipun beliau sangat kental dengan budaya Jawa, termasuk dialek dan kecintaannya pada wayang yang identik dengan Solo/Jogja, tempat lahirnya tetaplah Surabaya.

    Bagaimana Kisah Bung Karno di Jombang?

    Update dari diskusi sejarah terbaru tentang Bung Karno, dimana memang benar, belakangan ini narasi mengenai Jombang sebagai tempat kelahiran Bung Karno kembali mencuat dengan bukti-bukti baru yang cukup serius.

    Ini adalah perdebatan yang sangat menarik antara Versi Surabaya (Resmi) dan Versi Jombang (Penelitian Terbaru). Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi perbincangan hangat, yakni:

    Pertama, Versi Jombang (Ploso); Beberapa sejarawan dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang, termasuk tokoh seperti Nasrul Ilah (Cak Nas), meyakini Bung Karno lahir di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang pada 6 Juni 1902.

    • Buktinya merujuk pada dokumen dinas ayahnya, Raden Soekemi, yang tercatat bertugas di Ploso antara tahun 1901 hingga 1907. Ada juga klaim mengenai catatan tangan yang menyebutkan tahun lahir 1902, bukan 1901.
    • Saksi kunci muncul bernama Kek Suro (Mas Kiai Suro Sentono) yang disebut sebagai saksi kunci kelahiran Bung Karno di Ploso.
    • Status terkini bahwa pada Desember 2025, tim dari Jombang bahkan sudah menemui Menteri Kebudayaan (Fadli Zon) untuk menyerahkan dokumen kajian ini dan meminta adanya proses tabayyun (klarifikasi) dengan pihak Surabaya.

    Kedua, Versi Surabaya (Peneleh); Hingga saat ini, pemerintah Indonesia masih mengakui secara resmi bahwa Bung Karno lahir di Jalan Pandean IV No. 40, Peneleh, Surabaya pada 6 Juni 1901.

    • Buktinya adalah berdasarkan biografi yang ditulis oleh Cindy Adams (Penyambung Lidah Rakyat), Bung Karno sendiri yang menyatakan ia lahir di Surabaya saat fajar menyingsing.
    • Simbolisme Surabaya dikenal sebagai Dapur Nasionalisme karena di kota inilah Bung Karno lahir dan nantinya ditempa di rumah H.O.S. Tjokroaminoto.

    Mengapa Bisa Berbeda?

    Perbedaan ini biasanya terjadi karena beberapa hal, yakni:

    • Administrasi Kolonial; Pada masa itu, Ploso (Jombang) masih berada di bawah wilayah administratif Karesidenan Surabaya. Jadi, penyebutan Lahir di Surabaya dalam dokumen lama bisa bermakna luas; wilayah karesidenan atau sempit Kota Surabaya.
    • Tahun Kelahiran; Ada simpang siur apakah Bung Karno lahir tahun 1901 atau 1902. Jika 1901, kemungkinan besar di Surabaya. Jika 1902, ayahnya sudah pindah tugas ke Ploso, Jombang.

    “Secara resmi (negara), jawabannya masih Surabaya. Namun secara diskursus sejarah, klaim Jombang sedang diperjuangkan dengan bukti-bukti dokumen baru yang sangat kuat”

    spmb
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here