spot_img
No menu items!
More
    HomeOpiniInspirasi Kehidupan : Menjaga Api Kebenaran di Era Riuh Informasi

    Inspirasi Kehidupan : Menjaga Api Kebenaran di Era Riuh Informasi

    Inspirasi Kehidupan : Menjaga Api Kebenaran di Era Riuh Informasi

    Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.

    (Pimpinan Redaksi Kabar Berita Nusantara)

    “Catatan Refleksi Hari Pers Nasional (HPN) Pimpinan Redaksi Kartanusa.id”

    Hari ini, Senin 09 Februari 2026, saat kita memperingati Hari Pers Nasional (HPN), kita tidak sekadar merayakan sebuah profesi. Kita sedang merefleksikan sejauh mana pena kita masih menjadi suluh di tengah kegelapan disinformasi.

    Bagi kami di Kartanusa.id, momen ini adalah waktu untuk berhenti sejenak, menoleh ke belakang, dan menatap tajam ke depan menjadi lebih baik dalam melayani masyarakat dengan memberikan informasi yang akurat. Berikut ini adalah beberapa catatan yang mestinya menjadi perhatian kita bersama, yakni:

    Pertama, Pers di Persimpangan Jalan; Dunia digital telah mengubah cara kita mengonsumsi berita. Namun, kecepatan sering kali menjadi musuh bagi akurasi.

    Di tengah kepungan algoritma dan keriuhan media sosial saat ini, peran pers sebagai gatekeeper atau penjaga gerbang informasi menjadi jauh lebih krusial. Kami menyadari bahwa menjadi yang tercepat itu penting, namun menjadi yang terpercaya adalah segalanya.

    “Di Kartanusa.id, kami terus berkomitmen bahwa setiap baris kalimat yang kami tayangkan bukan sekadar mengejar clicbait, melainkan pertanggungjawaban moral kepada publik”

    Kedua, Menguatkan Suara untuk yang Tak Terdengar; Pers adalah pilar keempat demokrasi. Esensinya bukan pada kedekatan dengan kekuasaan, melainkan pada keberpihakan kepada kebenaran.

    Refleksi HPN tahun ini membawa kami pada satu pertanyaan besar: Sudahkah Kartanusa.id menyuarakan mereka yang selama ini terabaikan?

    “Kami bertekad untuk terus konsisten mengawal isu-isu lokal dengan perspektif nasional, memastikan bahwa setiap kebijakan publik terawasi, dan setiap aspirasi warga mendapatkan ruang yang semestinya”

    Ketiga, Menjaga Integritas di Tengah Transformasi Teknologi; Teknologi seperti Kecerdasan Buatan (AI) memang hadir mempermudah kerja teknis kita, namun nurani dan etika jurnalistik tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin.

    “Jurnalisme adalah tentang rasa, empati, dan integritas lapangan”

    “Kebebasan pers bukan berarti bebas tanpa arah, melainkan bebas untuk mengabdi pada kepentingan umum dan kebenaran objektif.”

    Atas nama Redaksi Kartanusa.id, kami mengucapkan terima kasih kepada pembaca setia yang terus menjadi kontrol sosial bagi kami. Kami tidak sempurna, namun kami terus belajar untuk tetap tegak lurus pada Kode Etik Jurnalistik.

    “Selamat Hari Pers Nasional. Mari kita rawat kewarasan publik dengan informasi yang sehat dan mencerahkan”

    spmb
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here