spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaTerus Berkemajuan! FISIP Umsura Lepas 178 Mahasiswa MAFATHIR ke 57 Mitra Muhammadiyah...

    Terus Berkemajuan! FISIP Umsura Lepas 178 Mahasiswa MAFATHIR ke 57 Mitra Muhammadiyah se-Jawa Timur

    Surabaya, kartanusa – Terus berkemajuan, Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) secara resmi melepas 178 mahasiswa untuk mengikuti program MAFATHIR (Mahasiswa Ber-Fastabiqul Khairat in Ramadhan) 2026. Acara tersebut berlangsung khidmat di Ruang Teater 21, Gedung At-Ta’awun UM Surabaya. Dalam rilisnya pada Senin (16/02/2026).

    Dengan mengusung tema; “Transformasi Diri Menuju Fitrah: Ramadhan Membangun Peradaban Umat”, program ini merupakan langkah strategis universitas dalam menerjunkan mahasiswa langsung ke tengah masyarakat.

    Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dr. Mundakir, S.Kep.,Ns., M.Kep., dan Ketua Majelis Tabligh (MT) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Ustadz Abdul Basit, LC., M.Pd.I.

    “Program ini merupakan langkah strategis universitas dalam menerjunkan mahasiswa langsung ke tengah masyarakat untuk menjalankan misi dakwah dan pengabdian selama bulan suci Ramadhan.” Ujar Ustadz Dr. Tho’at Setiawan, M.H.I., Dekan Fisip Universitas Muhammadiyah Surabaya ini.

    Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pada tahun ini Fisip Umsura mengirimkan sebanyak 178 mahasiswa terpilih akan diterjunkan langsung ke 57 mitra strategis yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur.

    “Mitra-mitra tersebut mencakup jaringan persyarikatan mulai dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), hingga berbagai Panti Asuhan Muhammadiyah.” Tandasnya.

    Suasana di Masjid Al-Ikhlas Wonorejo Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tegalsari, Surabaya merupakan salah satu tempat program MAFATHIR

    Masjid Al-Ikhlas Wonorejo Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tegalsari, Surabaya merupakan salah satu tempat program MAFATHIR tersebut.

    MAFATHIR dirancang sebagai ruang muhasabah sekaligus penguatan komitmen mahasiswa dalam menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan diri dan kebangkitan peradaban.” Ujar Bagas Avicienna salah satu mahasiswa Umsura yang juga Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Tegalsari ini.

    Ia menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, melainkan proses transformasi spiritual dan intelektual. Ramadhan adalah madrasah kehidupan, di dalamnya kita dilatih menahan diri, menguatkan empati, serta membangun disiplin.

    “Jika nilai-nilai ini diinternalisasi, maka ia akan melahirkan pribadi yang kembali pada fitrah dan mampu berkontribusi bagi peradaban umat.” Tegasnya.

    Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tegalsari, Ustadz Arie Kurniawan, mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai inisiatif kegiatan ini sebagai langkah positif dalam menghidupkan masjid dan membangun kesadaran kolektif umat.

    “Kegiatan seperti MAFATHIR ini sangat relevan dengan semangat Ramadhan. Transformasi diri adalah fondasi utama dalam membangun peradaban.” Ujarnya.

    Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi semangat adik-adik mahasiswa yang memulai dari langkah kecil namun penuh makna.

    “Harapannya, gerakan ini terus berlanjut dan menginspirasi generasi muda lainnya untuk aktif memakmurkan masjid serta menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata.” Pungkas Ustadz Ari yang juga alumni Fakultas Agama Islam (sekarang Fakultas Ilmu Studi Islam dan Peradaban) Universitas Muhammadiyah Surabaya. (Humas/Bagas AS).

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here