Surabaya, kartanusa – Yayasan Pesantren Terpadu Daarul Muttaqien Surabaya menggelar acara “Safari Ramadan: Tarhib Ramadhan & Berbagi di Bulan Suci” pada Sabtu (21/02). Acara yang dikhususkan bagi kaum muslimah ini menghadirkan sosok inspiratif, Meyda Sefira, aktris pemeran film “Ketika Cinta Bertasbih” sekaligus seorang pendakwah.
Kegiatan yang berlangsung di Aula lantai 1 Yayasan Daarul Muttaqien ini dihadiri oleh ratusan wali murid, tim guru, serta masyarakat umum. Suasana hangat dan penuh antusiasme menyelimuti aula saat Teh Meyda, sapaan akrabnya, mulai membagikan pengalaman spiritual dan motivasinya.
Mengetuk Pintu Langit Lewat Kepedulian Sosial
Dewan Pembina Yayasan Terpadu Daarul Muttaqien, Nyai Hj. dr. Durrotun Nafisah, M.Kes (Umik Nafisah), menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai sarana persiapan spiritual menjelang bulan suci Ramadan.
”Tujuannya adalah memfasilitasi masyarakat untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Kami ingin ibu-ibu yang hadir dapat menyalurkan donasi atau sedekah terbaiknya untuk sesama melalui momen ini,” ujar Umik Nafisah dalam sesi wawancara.
Selain aspek religius, acara ini juga menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antara pihak yayasan, wali murid, dan masyarakat sekitar.
Sosok Inspiratif dan Wawasan Luas
Kehadiran Meyda Sefira memberikan warna tersendiri. Umik Nafisah mengaku terkesan dengan kedalaman wawasan agama yang dimiliki sang aktris. Menurutnya, latar belakang Meyda sebagai figur publik memberikan dampak positif bagi para jamaah yang hadir.
”Teh Meyda ternyata memiliki wawasan yang luar biasa tentang Islam. Hal ini sangat memotivasi ibu-ibu di sini bahwa kita tidak boleh hanya terpaku pada latar belakang masa lalu, tapi fokus pada bagaimana kita mempersiapkan diri menjadi lebih baik di masa depan sesuai harapan dan mimpi kita,” tambah Umik Nafisah.
Komitmen Pendidikan Berkualitas
Melalui rangkaian kegiatan Safari Ramadan ini, Yayasan Daarul Muttaqien menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan syiar Islam.
Yayasan yang berlokasi di Jalan Manukan Tama ini dikenal memiliki kurikulum yang unik, memadukan kurikulum nasional dengan kurikulum lokal pesantren. Umik Nafisah berharap ke depannya Daarul Muttaqien dapat terus menjadi pusat ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat luas. (Yuda)







