Surabaya, kartanusa – Semangat solidaritas lintas suku dan budaya membuncah di Jawa Timur. Menanggapi musibah bencana alam yang menimpa saudara-saudara di Sumatera, sebuah kolaborasi besar bertajuk “Panggung Seni dan Amal Peduli Bencana Alam Sumatera” siap digelar di Rumah Adat Minangkabau Jawa Timur, Jl. Gayung Kebonsari No. 64, Surabaya, pada 23 hingga 25 Maret mendatang.
Kegiatan ini lahir dari sinergi kuat antara Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Jawa Timur, UMKM Jawa Timur, dan Ikatan Regenerasi Minang Tuah Sakato (Irmits). Melalui rapat koordinasi yang digelar di lokasi acara baru-baru ini, panitia telah mematangkan konsep acara yang menggabungkan aksi sosial dengan pelestarian budaya.
Keberagaman Suku dalam Satu Panggung
Acara ini akan menjadi miniatur Indonesia di Jawa Timur. Berbagai suku seperti Sumatera, Jawa, Bugis, Sulawesi, Kalimantan, Madura, dan suku lainnya akan tampil memeriahkan panggung seni. Kehadiran berbagai latar belakang ini bertujuan untuk membangun interaksi sosial sekaligus membangkitkan kesadaran kolektif akan pentingnya kebersamaan antar-daerah.
Lelang Amal: Barang Antik hingga Batu Akik
Salah satu daya tarik utama kegiatan ini adalah “Lelang Amal”. Mengincar segmentasi dari komunitas hobi seperti Pajero Sport, Fortuner, dan Harley Davidson, panitia akan melelang berbagai aset berharga untuk didonasikan sepenuhnya kepada korban bencana. Barang yang dilelang meliputi: Lukisan karya seniman ternama, Barang-barang antik koleksi pilihan, Batu akik bernilai tinggi, hingga lelang makanan dan kue khas daerah masing-masing suku.
Pernyataan Tokoh Kunci
Ketua Panitia, Kolonel Marinir Agus Rizal, menekankan pentingnya kedisiplinan dan ketulusan dalam penggalangan dana ini.
”Kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan misi kemanusiaan. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang terkumpul dari lelang dan bazar benar-benar sampai dan meringankan beban saudara kita di Sumatera,” tegasnya.
Ketua Umum UMKM Jawa Timur, Joni Desman, S.Kom., M.Kom., menyoroti peran ekonomi kerakyatan dalam aksi sosial.
”UMKM Jawa Timur hadir tidak hanya untuk berdagang, tapi untuk berbagi. Melalui Bazar UMKM dan lelang makanan khas, kami ingin menunjukkan bahwa pelaku usaha kecil memiliki solidaritas yang besar. Kami bangga bisa berkolaborasi dengan FPK dan Irmits dalam wadah kreatif ini,” ungkap Joni Desman.
Sementara itu, Ketua FPK Jawa Timur, R.H. Muhammad Ali Zaini, menyampaikan pesan persatuan.
”Inilah fungsi Forum Pembaruan Kebangsaan. Kita buktikan bahwa perbedaan suku bukan pembatas, melainkan kekuatan untuk saling membantu saat ada bagian dari bangsa ini yang tertimpa musibah. Ini adalah aksi nyata persatuan di Jawa Timur,” jelasnya.
Harapan Pemulihan
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan beban masyarakat terdampak di Sumatera dapat sedikit teringan, baik dari sisi sosial maupun pemulihan ekonomi. Selain itu, event ini diharapkan menjadi pemantik bagi organisasi lain untuk terus mengembangkan kreativitas seni yang berbasis pada kepedulian sosial.







