Surabaya, kartanusa – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Surabaya melakukan kunjungan silaturahim sekaligus audiensi dengan Dewan Pendidikan Kota Surabaya pada Selasa, 28 April 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kartini Dinas Pendidikan Kota Surabaya itu berlangsung hangat dan penuh keakraban, bahkan beberapa kali diselingi candaan segar dari Ketua Dewan Pendidikan Surabaya, Martadi.
Rombongan BMPS dipimpin langsung oleh Ketua BMPS Kota Surabaya, Muhamad Jemadi, didampingi Wakil Ketua BMPS, Supriyono. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh jajaran Dewan Pendidikan Surabaya.
Dalam sambutannya, Martadi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan BMPS. Menurutnya, BMPS menjadi organisasi pertama yang secara resmi bersurat dan diterima Dewan Pendidikan setelah kepengurusan baru Dewan Pendidikan Surabaya terbentuk di bawah kepemimpinannya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan BMPS. Ini menjadi awal komunikasi yang baik antara Dewan Pendidikan dengan lembaga pendidikan swasta di Surabaya.” Ujarnya.
Setelah dipersilakan oleh Mulyana selaku wakil ketua sekaligus moderator kegiatan, Muhamad Jemadi menyampaikan beberapa poin penting sebagai maksud dan tujuan kunjungan tersebut.
Pertama, BMPS ingin mempererat silaturahim dan membangun komunikasi konstruktif dengan Dewan Pendidikan Surabaya.
Kedua, BMPS menyampaikan aspirasi agar Pemerintah Kota Surabaya menahan diri untuk tidak mendirikan sekolah negeri baru pada tahun ajaran 2026/2027.
Menurutnya, pemerintah perlu lebih dahulu memenuhi rasio kebutuhan guru sambil memberikan kesempatan sekolah swasta untuk terus berbenah dan berkembang.
Selain itu, BMPS juga berharap agar Pemerintah Kota melalui Dinas Pendidikan menjalankan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sesuai dengan pagu yang telah ditetapkan. Sebagai contoh, untuk jenjang SMP maksimal 11 rombongan belajar dengan jumlah siswa maksimal 34 murid per kelas.
Sementara itu, Supriyono menambahkan agar Dinas Pendidikan lebih selektif dalam memberikan izin pendirian sekolah swasta baru, sehingga keberlangsungan sekolah-sekolah swasta yang sudah ada tetap terjaga.
Dalam sesi diskusi, anggota Dewan Pendidikan Surabaya secara bergantian memberikan berbagai masukan kepada BMPS dan pengelola sekolah swasta. Mereka menekankan pentingnya sekolah swasta terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, sarana dan prasarana, serta tata kelola manajemen agar mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat.
Selain itu, para guru diharapkan dapat menjadi role model bagi peserta didik, baik dalam sikap maupun karakter. Dewan Pendidikan juga mendorong agar media sosial sekolah swasta dibuat lebih komunikatif, informatif, dan edukatif sehingga mampu membangun kepercayaan masyarakat.
Fenomena meningkatnya minat orang tua menyekolahkan anak ke pesantren juga dinilai perlu direspons secara positif oleh sekolah swasta. Karena itu, setiap sekolah swasta didorong memiliki keunggulan dan ciri khas tersendiri agar mampu bersaing dan menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi awal sinergi yang lebih kuat antara BMPS, Dewan Pendidikan, dan Pemerintah Kota Surabaya dalam bersama-sama memajukan kualitas pendidikan di Kota Pahlawan. (U-Je).







