Surabaya, kartanusa – Komandan Pasmar 2 Mayjen TNI (Mar) Dr. Oni Junianto mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, di Gedung Mahameru Mapolda Jatim. Dilansir dari laman resmi media sosial Korps Marinir TNI Angkatan Laut pada Senin (09/03/2026).
Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Hadir juga dalam kesempatan tersebut Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, seluruh unsur Forkopimda, Pangkotama TNI, Kapolres jajaran, pemerintah daerah, berbagai instansi terkait di wilayah Jawa Timur, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
“Kegiatan ini dilakukan guna menyamakan visi serta memperkuat sinergi antar instansi dalam pengamanan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 H yang membutuhkan perhatian dan kesiapan ekstra dari seluruh pemangku kepentingan.” Ujarnya Dispen Kormar TNI Angkatan Laut Surabaya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Semeru 2026 berlangsung selama 13 hari, digelar mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Polda Jatim beserta jajaran yang didukung TNI dan instansi terkait akan mengerahkan 16.326 personel yang terdiri dari personel Polri, TNI, serta unsur gabungan dari berbagai instansi.
“Selain itu, dalam operasi tersebut akan didirikan 238 pos yang terdiri dari 172 Pos Pengamanan, 45 Pos Pelayanan dan 21 Pos Terpadu yang tersebar di berbagai titik strategis di Jawa Timur untuk memastikan arus mudik dan balik berjalan lancar, aman dan sehat demi mewujudkan slogan; Mudik Aman, Keluarga Bahagia.” Pungkasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut juga, Gubernur Jawa Timur, Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., menyampaikan bahwa dirinya hadir pada Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2026 di Rupatama Polda Jatim, Jl. A. Yani No. 116 Surabaya. Dilansir dari laman resmi media sosialnya pada Senin (09/03/2026).
“Rakor itu digelar guna menyiapkan langkah-langkah antisipatif dan kolaborasi lintas sektor guna menghadapi arus mudik 2026 dimana akan ada 24,90 juta masyarakat yang akan mudik ke Jawa Timur.” Ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa momentum Idul fitri selalu diiringi dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk kegiatan mudik, silaturahmi, maupun aktivitas ekonomi lainnya.
“Diperkirakan sebanyak 24,90 juta orang atau sekitar 17,3 persen pemudik nasional akan masuk ke wilayah Jawa Timur, dengan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 17 sampai 18 Maret 2026 dan arus balik pada 27 Maret 2026.” Ungkapnya.
Menurutnya, berdasarkan proyeksi, jumlah penumpang angkutan umum di Jawa Timur pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2026 diperkirakan mencapai 7,7 juta penumpang, meningkat 5,19 persen dibandingkan tahun 2025 yang sebesar 7,3 juta penumpang.
“Jumlah tersebut mencakup moda kereta api, bus, penyeberangan, hingga angkutan udara dan laut.” Katanya.
Untuk itu, tambahnya, Operasi Ketupat Semeru 2026 memiliki peran yang sangat strategis sebagai bentuk sinergi dan kesiapsiagaan seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, serta stakeholder terkait dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Jawa Timur.
Ia juga menyampaikan bahwa terkait ketersediaan armada, di Jawa Timur telah disiapkan 6.637 armada bus, 148 transit kereta api, 302 pesawat udara, 55 kapal laut, serta 71 kapal penyeberangan dengan total 241 trip.
“Pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2026 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyelenggarakan program Mudik Gratis dengan moda bus, kapal laut, dan pengangkutan sepeda motor.” Tandasnya.
Ia juga mengatakan bahwa melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur akan menyiapkan 343 dokter, 5.172 perawat, 44 nakes tradisional, dan 2.852 driver ambulan. Serta disediakan public savety center di 119.
“Mohon do’a semoga semua diberikan kemudahan kelancaran dan kesuksesan. Mudik Aman Keluarga Bahagia, Aamiin.” Pungkasnya. (Humas/Gus).







