spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaInspirasi Kehidupan : Wahai Syiah, Apa Alasanmu Melaknat Abu Bakar?

    Inspirasi Kehidupan : Wahai Syiah, Apa Alasanmu Melaknat Abu Bakar?

    Inspirasi Kehidupan : Wahai Syiah, Apa Alasanmu Melaknat Abu Bakar?

    Oleh KH. Yusuf Nurbani 

    (Komunitas Padhang Makhsyar)

    Kenapa antum melaknat orang yang paling spesial di sisi Nabi Muhammad SAW. Anda melaknatnya padahal Sayidina Abu Bakar Ash-Shiddiq ra sangat spesial dihadapan Nabi SAW. Ia adalah orang pertama masuk Islam dan orang pertama masuk surga setelah Nabi SAW dikalangan muslimin. Lebih dulu ketimbang Sayidina Umar ra, Sayidina Ustman ra dan Sayidina Ali  karamallahu wajhah.

    Ia diberi gelar Ash-Shiddiq sebab Abu Bakar ra adalah orang yang pertama kali membenarkan mi’raj ketika kalangan muslimin meragukan. Ia pula yang menemani Nabi SAW di gua hira bersembunyi dari kejaran kaum kafir quraisy.

    Abu Bakar ra menyerahkan semua hartanya untuk dakwah Izzul Islam. Ketika ditanya apa yang anda sisakan Abu Bakar ra menjawab yakin: Allah dan Rasul-Nya.

    Abu Bakar ra adalah pemeluk Islam pertama : Assabiqunal Awwalun. Ia pertaruhkan jiwa, harta dan kedudukan untuk membela dan membantu dakwah Islam di saat Sayidina Ali karamallahu wajhah masih kecil belum baligh.

    Bukan hanya Abu Bakar ra, pujian Nabi SAW kepada para sahabatnya sungguh mulia. Nabi SAW menghormati, memuliakan para sahabat melebihi dirinya. Adabnya sungguh luhur.

    Masing-masing sahabat memiliki kedudukan dan keistimewaan di sisi Nabi SAW. Para sahabat tidak ma’shum, ada kekurangan dan kelebihan. Mereka manusia biasa. Sayidina Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali, Hafsyah dan Aisyah bisa khilaf dan berselisih dan itu wajar.

    Nabi SAW memuji Umar, Ustman, Ali dan sahabat lainnya — lantas dengan alasan apa Syiah membenci, sementara Nabi SAW memberikan pujian Al-Faruq kepada Umar ra, Dzun Nurain kepada Ustman ra. Ali dengan pintu ilmu. Bilal ra pun dipujikan terompahnya di surga duluan.

    Aroma pertengkaran para sahabat sebagai manusia biasa adalah wajar: Sayidah Aisyah ra putri Abu Bakar ra, isteri kesayangan Nabi SAW pernah tak enak hati dengan Sayidina Ali karamallahu wajhah pada peristiwa ayat ghoronik. Sayidina Abu Bakar dikabarkan tidak bertegur sapa dengan Sayidah Fatimah Az-Zahra karena harta Fida’. Dan masih banyak lainnya.

    Perselisihan memuncak pada saat Nabi SAW wafat: para sahabat berselisih tentang di mana jenazah Nabi SAW dikuburkan hingga siapa yang bakal mengganti Nabi SAW.

    Perselisihan terus memanas seperti tak ada akhir — membesar seperti bola salju. Perselisihan politik yang diagamakan. Mendapat baju teologis. Mungkin ini juga bagian dari doa Nabi yang ditolak: umatku tidak bercerai berai — ditolak !

    “Kami memuji para sahabat sebagaimana Nabi SAW pujikan. Nabi SAW berkata aku bukan pelaknat, bukan pencaci atau pendendam, aku diutus untuk memberi rahmat”

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here