spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaKetum PP Muhammadiyah : Para Tokoh Agama Hindari Pernyataan Beda Waktu Penetapan...

    Ketum PP Muhammadiyah : Para Tokoh Agama Hindari Pernyataan Beda Waktu Penetapan Idul Fitri 1447 H

    Yogyakarta, kartanusa – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., meminta para tokoh agama untuk menghindari ujaran atau pernyataan menyangkut beda waktu penetapan Idul Fitri 1447 H yang bisa memperkeruh suasana. Pernyataan tersebut disampaikan usai melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 H di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bantul, DI Yogyakarta, pada Jum’at (20/03/2026).

    “Para tokoh agama hindarilah ujaran-ujaran, pernyataan-pernyataan yang justru menimbulkan suasana yang tidak baik di masyarakat.” Ujar Prof. Haedar, Ketum PP Muhammadiyah.

    Lebih lanjut, Prof. Haedar menegaskan bahwa dirinya yakin bangsa Indonesia mampu bersikap paling dewasa di tengah situasi atau urusan perbedaan macam ini.

    Ia juga berharap kepada siapa saja agar tak perlu mencari-cari argumen apa pun sebagai pembenaran diri dan memvonis pihak lain terkait beda waktu lebaran ini. Tidak perlu mempertajam perbedaan. Ia kemudian menyampaikan dua hal, yakni: Pertama, karena kita sudah biasa berbeda.

    “Yang Kedua, tidak perlu mencari argumen apapun untuk membenarkan diri lalu memvonis pihak lain yang berbeda, baik yang orientasinya kewargaan maupun orientasinya kepemerintahan.” Ungkapnya.

    Prof. Haedar juga menyampaikan harapannya agar umat muslim untuk lebih memprioritaskan kekhusyukan pelaksanaan ibadah demi meningkatkan kualitas diri. Ia pun mengajak untuk tidak tergoda oleh hasrat-hasrat perbedaan yang menajamkan keretakan dan luruhnya ukhuwah.

    “Jalani Idul Fitri, baik yang tanggal 20 maupun yang tanggal 21, bahkan ada yang kemarin, untuk lebih khusyuk dalam beribadah dan menimbulkan kesalehan jiwa dan pikiran, sehingga kita tidak digoda oleh hasrat-hasrat perbedaan yang menajamkan keretakan dan luruhnya ukhuwah.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here