Milad 36 Tahun IPHI: Merawat Kemabruran, Membangun Peradaban Bangsa
Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.
(Pimpinan Redaksi Kabar Berita Nusantara, Wakil Sekretaris PW IPHI Jawa Timur)
Tiga puluh enam tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah organisasi untuk bertumbuh dan mengakar. Sejak dipancangkan pada 22 Maret 1990, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) telah bertransformasi menjadi oase bagi para dhuyufurrahman di tanah air. Hari ini, 22 Maret 2026, kita tidak sekadar merayakan angka, melainkan merayakan konsistensi sebuah pengabdian.
Menjaga “Haji Mabrur Sepanjang Hayat”
Esensi dari kehadiran IPHI adalah sebuah tantangan spiritual yang maha berat: menjaga kemabruran pasca-ritual di Tanah Suci.
“IPHI bukan sekadar wadah reuni alumni Mekkah dan Madinah, melainkan kawah candradimuka bagi para haji untuk mengimplementasikan nilai-nilai kesalehan sosial, dalam menjaga kemabruran haji sepanjang hayat”
Dalam catatan kami di media online Kabar Berita Nusantara (kartanusa.id), IPHI telah berhasil mengonversi energi spiritual ibadah haji menjadi energi gerak pembangunan. Mulai dari pemberdayaan ekonomi umat, penguatan pendidikan, hingga aksi sosial kemanusiaan yang nyata di berbagai pelosok nusantara.
Transformasi di era digital memasuki usia ke-36, IPHI dihadapkan pada dinamika zaman yang serba cepat. Tantangan hari ini bukan lagi sekadar menjaga silaturahmi konvensional, melainkan bagaimana nilai-nilai haji mabrur bisa mewarnai ruang digital yang kerap bising.
Kami di kartanusa.id melihat IPHI sebagai mitra strategis dalam menyebarkan optimisme. Di tengah arus informasi yang terkadang memecah belah, kematangan emosional dan spiritual para anggota IPHI diharapkan menjadi jangkar moral bagi bangsa.
“Kami berharap ke depannya, IPHI mampu menjadi bagian dari pilar kekuatan sipil di Indonesia. IPHI memiliki tanggung jawab besar untuk terus menjadi teladan dalam moderasi beragama (wasathiyah)”
36 tahun adalah usia kematangan. Kami berharap IPHI terus berdakwah dengan memperhatikan hal-hal berikut:
Pertama, Adaptif: Gerakan dakwah IPHI harus relevan dengan kebutuhan generasi haji muda dan tantangan teknologi, baik melalui IPHI sendiri dan bagian-bagian, yakni; Majelis Taklim Perempuan (MTP), dan Angkatan Muda Haji Indonesia (AMHI) yang harus dilibatkan, sehingga gerakan dakwahnya bisa semakin mengakar di akar rumput dan cepat dalam mengahadapi tantangan zaman.
Kedua, Inklusif: IPHI harus mempu menjadi jembatan bagi berbagai elemen bangsa. Menjadi rumah bersama bagi semua organisasi kemasyarakatan Islam, sehingga semakin memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, memperkuat Ukhuwah Islamiyah.
Ketiga, Bermanfaat: IPHI harus mampu memastikan bahwa setiap anggotanya adalah agen perubahan (agent of change) di lingkungan masing-masing, sehingga terwujudnya “Haji Mabrur Sepanjang Hayat”.
“Selamat Milad ke-36 Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI). Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi langkah perjuangan seluruh pengurus dan anggota IPHI dalam menjaga marwah haji mabrur demi kejayaan Indonesia yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur”







