spot_img
No menu items!
More
    HomeOpiniMenakar Solidaritas Sosial Pasca Banjir di Lamongan yang Mulai Surut

    Menakar Solidaritas Sosial Pasca Banjir di Lamongan yang Mulai Surut

    Menakar Solidaritas Sosial Pasca Banjir di Lamongan yang Mulai Surut

    Oleh Gita Zinatul Hayati

    (Mahasiswa S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya)

    Masalah banjir di daerah Lamongan seakan menjadi agenda tahunan yang sering berulang setiap kali hujan lebat mengguyur. Luapan air sering kali merendam pemukiman warga sekitar dan menghambat kegiatan sehari hari.

    Namun, belakangan ini kita patut bersyukur karena debit air di beberapa titik penggenangan di Lamongan telah surut secara perlahan. Surutnya banjir ini tentu membawa harapan baru bagi warga untuk kembali beraktivitas secara normal.

    Disisi lain, surutnya air banjir bukan berarti semua masalah selesai begitu saja. Fase pasca banjir justru menjadi ujian nyata bagi masyarakat sekitar. Saat banjir surut, tumpukan lumpur yang sangat tebal, kerusakan perabotan rumahtangga, hingga rusaknya akses jalan menjadi pandangan nyata yang harus dihadapi bagi warga setempat. Kondisi ini sangat terasa berat terutama bagi daerah yang lokasinya cukup pelosok dan sulit dijangkau bantuan oleh pihak luar secara cepat.

    Kondisi di kawasan Bengawan Jero, misalnya, seringkali menjadi titik terparah yang membutuhkan waktu lama untuk surut. Kerugian yang dialami warga bukan hanya soal rumah yang kotor, tapi juga lumpuhnya sektor ekonomi. Banyak petani tambak yang harus merugi besar karena ikan-ikan mereka hanyut terbawa arus, sementara petani padi terancam gagal panen akibat sawah yang terendam terlalu lama.

    “Hal ini membuktikan bahwa pemulihan ekonomi pascabanjir jauh lebih kompleks daripada sekadar mengeringkan lantai rumah”

    Di sinilah letak solidaritas sosial kita benar benar dipertanyakan secara mendalam. Apakah kepedulian publik dan bantuan sosial hanya ramai saat banjir sedang berada di puncaknya saja? Ataukah kepedulian itu tetap berlanjut konsisten saat warga sedang berjuang keras kerasnya membersihkan sisa sisa lumpur di dalam rumah mereka?

    Sebagai masyarakat kita semua harus menyadari bahwa proses pemulihan pascabanjir sebenarnya membutuhkan tenaga, perhatian, dan juga bantuan materi yang jauh lebih besar dari pada air banjir baru pertama kali datang.

    Beban psikologis dan material yang dialami oleh warga tidak hilang begitu saja saat genangan air mulai surut. Kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan desa dan pembagian bantuan yang merata hingga ke wilayah yang terkena banjir adalah bentuk kemanusiaan yang paling nyata.

    Solidaritas antarwarga, relawan, dan pemerintah daerah harus tetap terjaga erat tanpa memandang status sosial siapapun. Jangan sampai para korban yang terdampak dibiarkan berjuang sendirian membereskan sisa bencana tanpa adanya uluran tangan nyata dari kita semua.

    “Hanya dengan kebersamaan dan kepedulian yang tulus, proses pemulihan pascabanjir di Lamongan dapat berjalan dengan cepat dan meringankan beban mereka yang membutuhkan”

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here