spot_img
No menu items!
More
    HomeOpiniGenerasi Muda dan Krisis Etika Digital di Era Serba Viral

    Generasi Muda dan Krisis Etika Digital di Era Serba Viral

    Generasi Muda dan Krisis Etika Digital di Era Serba Viral

    Oleh Syerli

    (Mahasiswa S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya)

    Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah mengubah cara generasi muda berinteraksi, belajar, dan mengekspresikan diri.

    “Media sosial kini menjadi ruang utama untuk berkomunikasi sekaligus membangun identitas”

    Namun, dibalik kemudahan dan peluang tersebut muncul persoalan serius berupa menurunnya kesadaran etika digital dikalangan anak muda, terutama dalam budaya yang “serba viral”.

    Fenomena viral sering kali dijadikan tujuan utama tanpa mempertimbangkan dampak yang akan ditimbulkan. Banyak konten dibuat hanya demi mendapatkan perhatian, like, atau popularitas instan. Yang mengakibatkan batas antara kreativitas dan pelanggaran etika menjadi kabur, tidak sedikit konten yang mengandung unsur penghinaan, penyebaran informasi yang belum tentu benar, hingga eksploitasi privasi orang lain.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian generasi muda belum sepenuhnya memahami tanggung jawab dalam menggunakan ruang digital, kebebasan tanpa batas. Padahal, setiap tindakan di dunia maya tetap memiliki konsekuensi, baik secara social maupun hukum.

    Disisi lain, faktor lingkungan juga turut memengaruhi. Kurangnya edukasi mengenai literasi digital, minimnya “eksis” membuat banyak remaja terjebak dalam arus trend yang tidak selalu positif.

    Mereka cenderung mengikuti apa yang sedang populer tanpa mempertimbangkan nilai-nilai etika daan norma. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk membangun kesadaran bahwa dunia digital bukanlah ruang tanpa aturan, melainkan etika harus dijunjung tinggi, seperti menghargai privasi, menyaring informasi sebelum membagikan kepada orang lain, serta menghindari konten yang merugikan orang lain.

    Selain itu, peran keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam memberikan pemahaman tentang penggunaan teknologi secara bijak.

    “Pada akhirnya, menjadi bagian dari generasi digital bukan hanya soal mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga tentang bagaimana menjaga nilai-nilai moral ditengah arus informasi yang begitu cepat. Viral boleh saja, tetapi etika harus tetap menjadi prioritas umum”

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here