spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaInspirasi Kehidupan : Kemanusiaan untuk Gaza Palestina

    Inspirasi Kehidupan : Kemanusiaan untuk Gaza Palestina

    Inspirasi Kehidupan : Kemanusiaan untuk Gaza Palestina 

    Oleh Rd H Holil Aksan Umarzen

    (Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, Ketum PM Gatra)

    Yang saya hormati dan muliakan, Syekh Anas Ali Jaber, serta seluruh hadirin yang hadir dengan hati yang terpanggil dan nurani yang masih menyala.

    Hari ini di Kp Tagog Leuwi Goong Garut Utara kita tidak sekadar berkumpul. Kita tidak sekadar menghadiri sebuah acara.

    “Kita berdiri di sini, karena ada panggilan yang lebih dalam dari sekadar kata—panggilan kemanusiaan”

    Gaza hari ini bukan hanya nama sebuah tempat. Ia adalah luka yang terbuka. Ia adalah tangisan yang menembus langit. Ia adalah ujian—bagi kita semua: apakah kita masih memiliki hati atau tidak.

    Di sana, anak-anak kehilangan rasa aman. Ibu-ibu kehilangan pelukan yang tak tergantikan. Para ayah berdiri di atas reruntuhan, menahan duka yang tak terucapkan. Disana ada jeritan jutaan manusia dan air mata.

    Dan pertanyaannya hari ini bukan lagi: apa yang terjadi di Gaza?

    Tetapi: apa yang terjadi pada kita, jika semua itu tidak lagi mengguncang hati kita?

    Hadirin yang saya muliakan, Sejarah tidak akan mencatat seberapa panjang kita berbicara. Sejarah akan mencatat—siapa yang memilih diam, dan siapa yang memilih berdiri.

    Hari ini, kita memilih untuk berdiri. Berdiri bersama kemanusiaan. Berdiri bersama mereka yang tertindas. Berdiri, walau langkah kita kecil, karena kita tidak ingin menjadi bagian dari keheningan yang mematikan nurani.

    “Karena sejatinya, kemanusiaan tidak diukur dari besarnya kekuatan, melainkan dari kedalaman kepedulian”

    Saudara-saudaraku, jangan pernah meremehkan doa yang tulus. Jangan pernah meremehkan bantuan yang kecil. Satu tangan yang terulur adalah harapan. Satu kepedulian yang dijaga adalah cahaya.

    Namun hari ini, kita tidak boleh berhenti pada rasa. Kita harus melangkah menjadi aksi. Jadikan kepedulian ini sebagai gerakan, jadikan empati ini sebagai kekuatan nyata. Dan jadikan pertemuan hari ini sebagai awal dari langkah panjang, bukan akhir dari kepedulian.

    Bersama Syekh Anas Ali Jaber, kita diingatkan bahwa iman bukan hanya diucapkan— tetapi dibuktikan dalam keberpihakan.

    Bahwa menjadi manusia berarti tidak tega membiarkan saudaranya menderita. Dan bahwa diam di tengah ketidakadilan adalah kehilangan paling sunyi dari nilai kemanusiaan itu sendiri.

    Maka hari ini senin 20 April 2026, saya mengajak kepada seluruh masyarakat Garut Utara yang masih memiliki nurani kemanusiaan dan yg tidak mau kehilangan sebagian imannya karena hilangnya kepedulian terhadap sesama, untuk meneguhkan sikap:

    1. Kita tidak akan lelah peduli.
    2. Kita tidak akan lelah membantu.
    3. Kita tidak akan lelah menjadi manusia. Dan selama masih ada tangisan di Gaza, selama itu pula hati kita tidak boleh benar-benar tenang.

    Akhirnya, semoga setiap langkah kecil kita menjadi bagian dari perjuangan besar. Semoga setiap niat tulus kita menjadi saksi bahwa kita pernah berpihak pada kemanusiaan.

    Semoga Allah SWT menjadikan kebaikan kita hari ini dengan hikmah, ganjaran fadilah yang menjadi wasilah keberkahan yang berlimpah bagi kita semua khususnya perjuangan masyarakat mewujudkan Kabupaten Garut utara, Amiiin.

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here