Surabaya, kartanusa – Upaya bina kemandirian dan jiwa kepemimpin, SD Muhammadiyah 17 Surabaya (SD Mujitu) sukses menyelenggarakan kegiatan Kemah Asyik Hizbul Wathan Tanpa Gadget yang berlangsung selama dua hari, pada tanggal 1–2 Mei 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh 82 siswa kelas 4 hingga 6 dengan penuh antusias, serta didampingi oleh seluruh guru dan karyawan sekolah di Muhammadiyah Training Center (MTC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, di Wonosalam, Kabupaten Jombang.
Acara dibuka secara resmi melalui upacara pembukaan yang berlangsung khidmat. Bertindak sebagai pemimpin upacara adalah Iqbal, siswa kelas 6, yang menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh percaya diri. Kepala SD Mujitu, Ustadz Munhamir, M.Pd., hadir sebagai pembina upacara.
Ustadz Munhamir, M.Pd., Kepala SD Mujitu, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya membentuk pribadi yang mandiri serta bijak dalam menggunakan gadget di era modern saat ini.
“Nilai-nilai yang terkandung dalam Pandu Hizbul Wathan, khususnya pada poin ke-10, yaitu suci dalam hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan, sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.” Tuturnya.
Selanjutnya, ia mengatakan bahwa kegiatan kemah ini dirancang tanpa penggunaan gadget, sehingga siswa dapat lebih fokus pada interaksi sosial, pembentukan karakter, serta penguatan nilai-nilai keislaman dan kepanduan.
Rangkaian acara diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya sholat Jumat berjamaah serta aktivitas Kepanduan Hizbul Wathan yang dipandu langsung oleh Rakanda Joko Wicaksono, S.Pd., selaku Pelatih HW di SD Mujitu.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa Mujitu dapat meningkatkan kemandirian, kedisiplinan, serta mempererat kebersamaan antar sesama. Suasana kebersamaan dan semangat belajar di alam terbuka menjadi pengalaman berharga yang tidak terlupakan bagi seluruh peserta.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SD Mujitu terus berkomitmen dalam membentuk generasi yang berkarakter kuat, mandiri, dan berakhlak mulia. (Agung).







