spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaSesama Peraih Penghargaan Nasional, Masjid Ar-Royyan dan PRM Wage Perkuat Kolaborasi Dakwah...

    Sesama Peraih Penghargaan Nasional, Masjid Ar-Royyan dan PRM Wage Perkuat Kolaborasi Dakwah Digital

    Sidoarjo, kartanusa – Semangat kolaborasi dan penguatan dakwah digital terus digaungkan oleh generasi muda Muhammadiyah. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan silaturahmi yang dilakukan oleh para marbot muda Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran ke Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Wage, Taman, Sidoarjo, pada Rabu malam (06/05/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Ilham, Pondok Wage Indah 1 tersebut menjadi ajang bertukar gagasan sekaligus mempererat sinergi antar aktivis masjid dalam menghadapi tantangan dakwah di era digital. Sebanyak tujuh marbot muda Masjid Ar-Royyan berangkat selepas salat Isya berjamaah menuju lokasi pertemuan yang telah disepakati.

    Silaturahmi ini merupakan program yang digagas oleh marbot Masjid Ar-Royyan dan direncanakan akan menjadi agenda rutin ke depan. Fokus utama diskusi adalah membahas perkembangan masjid, penguatan sumber daya manusia muda, strategi pengelolaan konten kemasjidan, hingga pengembangan digital fundraising sebagai solusi penguatan dakwah modern.

    Hadir dalam kesempatan tersebut tiga perwakilan PRM Wage, yakni Nanda Dwi Febrianto Putra, Nur Kholid, dan Fajar Wahyudi, yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan persyarikatan dan kemasyarakatan.

    PRM Wage sendiri dikenal sebagai ranting berprestasi yang berhasil meraih penghargaan tertinggi Best of The Best pada ajang nasional CRM Award VI 2025 di Banjarmasin. Sementara Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran juga aktif menjadi pilot project Dakwah Digital PDM Sidoarjo dan dikenal konsisten menghadirkan inovasi dakwah berbasis media digital.

    Selain itu, PRM Wage juga dinilai berhasil memanfaatkan media sosial dengan menghadirkan berbagai konten segar dan kreatif yang dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Masjid Ar-Royyan merasa perlu belajar dan membangun kolaborasi bersama PRM Wage.

    Diskusi malam itu berlangsung hangat dan penuh semangat kekeluargaan. Berbagai ide dan program mulai dirancang untuk menjadi langkah nyata kolaborasi dakwah digital yang dapat membantu masjid-masjid lain agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan media sosial.

    Suasana semakin akrab dengan suguhan Kopi Komando, produk dari KOKAM Waled B, yang menemani jalannya diskusi hingga larut malam.

    Dalam kesempatan tersebut, Nanda Dwi Febrianto Putra atau yang akrab disapa Ebi terlihat antusias menyampaikan berbagai harapan dan rencana pengembangan PRM Wage ke depan.

    “PRM Wage siap melakukan berbagai peningkatan dan pembaruan selama memberikan manfaat bagi umat dan persyarikatan Muhammadiyah.” Tegasnya.

    Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Bayu Firdaus selaku perwakilan Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh PRM Wage. Bayu yang juga pengurus Forum Dai Digital Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menegaskan pentingnya kolaborasi antar masjid dalam berdakwah.

    “Pentingnya kolaborasi antar masjid dalam menghadirkan dakwah yang relevan di era media sosial saat ini.” Ujarnya.

    Menurutnya, tantangan dakwah ke depan semakin kompleks seiring derasnya arus informasi digital yang dipenuhi berbagai konten kurang bermanfaat dan tidak bertanggung jawab. Karena itu, masjid harus hadir sebagai pusat peradaban yang mampu memberikan alternatif konten positif, edukatif, dan bernilai manfaat.

    “Masjid tidak bisa lagi hanya bertahan dengan cara-cara konvensional. Era digital menuntut masjid untuk aktif hadir di ruang media sosial dengan membawa narasi kebaikan dan dakwah yang mencerahkan.” Ungkapnya.

    Ia juga menambahkan bahwa peningkatan kemampuan digital menjadi kebutuhan penting yang harus dimiliki masjid-masjid saat ini. Melalui kolaborasi dan semangat berbagi pengalaman, diharapkan lahir solusi dan inovasi yang dapat membantu masjid lebih siap menghadapi perkembangan zaman.

    Kegiatan silaturahmi tersebut berakhir pada pukul 23.00 WIB dengan semangat baru untuk melanjutkan berbagai program kolaboratif di masa mendatang.

    Di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, media sosial kini menjadi ruang strategis dalam membangun pengaruh dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan. Masjid sebagai pusat pembinaan umat dituntut untuk mampu beradaptasi dan hadir secara aktif di tengah masyarakat digital.

    Pemanfaatan media sosial secara positif bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan penting dalam mendukung program-program masjid agar lebih dikenal, lebih dekat dengan generasi muda, dan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

    Dengan kolaborasi dan inovasi yang terus dibangun, masjid diharapkan mampu menjadi pusat peradaban yang tidak hanya hidup di dunia nyata, tetapi juga memberi cahaya di ruang digital. (Darwis).

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here