spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaInspirasi Kehidupan : Ilmu Tanpa Adab, Cahaya yang Kehilangan Arah

    Inspirasi Kehidupan : Ilmu Tanpa Adab, Cahaya yang Kehilangan Arah

    Inspirasi Kehidupan : Ilmu Tanpa Adab, Cahaya yang Kehilangan Arah

    Oleh Rd. H. Holil Aksan Umarzen

    (Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia)

    Dakwah atau Ghibah? “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik.” (QS. An-Nahl: 125)

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi para sahabat dan keluarga besar IPHI yang dirahmati Allah SWT.

    Di era media sosial saat ini, setiap orang dapat dengan mudah berbicara, berkomentar, mengkritik, bahkan menghakimi. Tidak sedikit yang mengatasnamakan dakwah, amar ma’ruf nahi munkar, atau perjuangan menegakkan kebenaran.

    Namun muncul pertanyaan yang patut kita renungkan bersama: apakah yang kita sampaikan benar-benar dakwah, atau justru tanpa disadari telah berubah menjadi ghibah?

    Dakwah mengajak kepada kebaikan. Dakwah lahir dari ilmu, hikmah, kasih sayang, dan niat memperbaiki. Sementara ghibah lahir dari kebiasaan membicarakan keburukan orang lain, membuka aib, memperbesar kesalahan, atau menyebarkan prasangka yang belum tentu benar.

    Kritik memang diperlukan. Amar ma’ruf nahi munkar juga merupakan kewajiban. Namun Islam tidak hanya mengajarkan tujuan yang baik, melainkan juga cara yang baik. Karena itu Allah SWT memerintahkan agar seruan kepada kebaikan dilakukan dengan hikmah dan pelajaran yang baik.

    Tidak semua yang viral adalah kebenaran. Tidak semua yang keras adalah keberanian. Tidak semua yang lantang adalah dakwah. Sebab ukuran dakwah bukan seberapa keras suara kita, melainkan seberapa besar manfaat dan perbaikan yang dihasilkannya.

    “Para ulama mengajarkan bahwa ilmu tanpa adab dapat berubah menjadi kesombongan”

    Orang yang banyak mengetahui belum tentu bijaksana. Sebaliknya, orang yang beradab akan berhati-hati dalam berbicara, memeriksa kebenaran informasi, menjaga kehormatan sesama, dan menghindari ucapan yang berpotensi menimbulkan fitnah serta perpecahan.

    Sebagai keluarga besar IPHI, para haji yang telah menempuh perjalanan spiritual menuju Baitullah, sudah selayaknya kita menjadi teladan dalam menjaga lisan, menjaga persaudaraan, dan menjaga marwah umat.

    “Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, tetapi adab harus tetap berada di atas segalanya”

    Mari kita bertanya kepada diri sendiri sebelum menekan tombol kirim, sebelum membagikan video, berita, atau komentar: Apakah ini dakwah yang menghadirkan hikmah? Ataukah hanya ghibah yang menambah kegaduhan?

    Semoga Allah SWT membimbing lisan kita agar selalu menjadi jalan kebaikan, bukan sumber perpecahan.

    “Ilmu tanpa adab adalah cahaya yang kehilangan arah. Dakwah tanpa hikmah dapat berubah menjadi ghibah”

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here