Madiun, kartanusa – Kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., ke Universitas Muhamadiyah Jawa Timur (UM Jatim) memberikan banyak insight (wawasan) bagi civitas akademika kampus yang sebelumnya Bernama Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) tersebut.
Pertemuan silaturahmi, konsolidasi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., dengan tendik, dosen dan struktural UM Jatim dilaksanakan di Ruang Rapat 1 kampus 1, Sabtu, 6 Juni 2026.
Salah satu insight yang disampaikan Prof. Fauzan adalah pelayanan humanis terhadap mahasiswa. Ia menekankan untuk hati-hati terkait pelayanan kepada mahasiswa.
“Apalagi menyangkut mahasiswa. Jangan sampai setelah masuk (kuliah), birokrasi (kampus) kaya Pemda, tidak humanis, tidak sama saat sedang mencari mahasiswa. Ini hati-hati.” Terang Rektor UMM dua periode tersebut.
Prof. Fauzan juga mengingatkan, bahwa pelayanan humanis itu tidak sekedar melayani mahasiswa tetapi usaha supaya mahasiswa senang.
Guru Besar bidang pendidikan tersebut menceritakan salah satu treatment yang dilakukannya saat menjadi Rektor UMM, terkait perhatian kepada mahasiswa.
Diungkapkannya, ia mewajibkan kajur-kajur mengapresiasi setiap prestasi akademik dan non akademik bagi mahasiswa. Menurut Fauzan hal itu merupakan sesuatu yang penting sekali.
“Bisa saja di buat surprise, umpama Laili namanya semester 4 IP tertinggi di angkatannya itu dan seluruh jurusan dia IP tertinggi kasih ucapan selamat jangan kita biarkan, itu momen. Kemudian saya minta kaprodi itu menulis surat disampaikan kepada orang tua ucapan terima kasih dan dorongan karena anaknya telah mencapai IP tertinggi. Itu kalau bapak ibu tahu, bisa di laminating. Dia akan cerita di rapat PKK, cerita di dasawisma, cerita di pengajian. Yang penting bagaimana caranya dikabarkan lebih banyak dan terus menerus. Itu penting.” Terang Prof. Fauzan.
Prof. Fauzan menyampaikan, ada dua hal yang bisa dilakukan kalau kampus yang dikelola ingin terkenal, yaitu kita (pengelola kampus) datang atau mengundang.
“Undang siapa, pengusaha paling hebat, undang disini, kasih waktu. Itu penting. Itu energi, jangan dianggap tidak penting.” Ujarnya.
Prof. Fauzan mengajak pengelola UM Jatim untuk mengonsolidasikan, mengidentifikasi hal-hal kecil tersebut sebagai prasyarat memanusiakan manusia yang kita layani, jangan sampai ada layanan yang membuat mahasiswa cemas.
“Dosen muda itu bahaya. Waktu saya dulu dosen muda banyak dihuni orang-orang yang belum selesai dengan dirinya sendiri, lebih menonjolkan diri mendapatkan pengakuan didepan mahasiswa daripada kita harus mengakui mahasiswa itu lebih hebat dari kita. Salaman dengan mahasiswa, harus benar-benar, di semua event kecil besar harus ada maknanya.” Pungkas Prof. Fauzan. (Humas/Joko).







