Gresik, kartanusa – Akselerasi digital kini menjadi kebutuhan mutlak bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat bertahan dan berdaya saing di era industri 4.0. Langkah nyata ini salah satunya ditunjukkan oleh Telkom University (Telkom University) Kampus Surabaya melalui program digitalisasi manajemen operasional pelaku usaha lokal.
Tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Informatika Telkom University Kampus Surabaya menyerahkan sekaligus menggelar pelatihan penggunaan website manajemen terintegrasi untuk KaShoes Clean, sebuah usaha jasa perawatan sepatu yang berlokasi di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu (3/6/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Skema Teknologi Tepat Guna Tahun 2026. Tim ini dipimpin oleh Daud Muhajir sebagai Ketua Tim, beranggotakan dua dosen, Yasinta Romadhona dan Karina Fitri Wulandari Ilham, serta melibatkan lima mahasiswa selaku pelaksana teknis.
Sebelum adanya intervensi teknologi ini, KaShoes Clean menghadapi kendala klasik yang sering dialami oleh pelaku UMKM, yaitu pengelolaan data usaha yang masih bersifat manual terpisah menggunakan Microsoft Excel.
Pemilik KaShoes Clean, Ilham Akbar Gusmara, mengakui sistem lama tersebut kerap memicu hambatan operasional. Mulai dari sulitnya melakukan rekapitulasi pendapatan dan pengeluaran berkala, data pelanggan yang tidak terintegrasi, hingga absennya laporan keuangan komprehensif yang tersaji otomatis. Imbasnya, evaluasi performa bisnis dan pengambilan keputusan internal menjadi kurang optimal.
Merespons persoalan tersebut, tim Informatika Telkom University Surabaya merancang sistem informasi manajemen berbasis web yang adaptif dan terintegrasi guna menyokong efisiensi operasional harian mitra.
Sistem informasi yang diserahkan kepada mitra memiliki empat modul utama yang saling terhubung, diantaranya:
1. Modul Pencatatan Layanan: Berfungsi mendokumentasikan transaksi berdasarkan tanggal, jenis perawatan, jumlah sepatu, hingga rekapitulasi pendapatan berkala.
2. Modul Pencatatan Pengeluaran: Mengontrol biaya operasional yang langsung terhubung dengan neraca keuangan.
3. Modul Manajemen Data Pelanggan: Menyimpan basis data konsumen secara sistematis.
4. Modul Kas dan Laporan Keuangan: Menyajikan kalkulasi laba bersih otomatis yang dapat diekspor langsung ke format PDF maupun Excel.
”Melalui kegiatan ini, kami berharap KaShoes Clean dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan data, meminimalkan risiko kesalahan pencatatan, serta memperoleh informasi keuangan yang akurat,” ujar Ketua Tim Pengmas, Daud Muhajir.
Menurut Daud, digitalisasi bukan lagi sekadar tren gaya hidup digital, melainkan kebutuhan riil demi menjaga keberlanjutan roda bisnis UMKM.
Sistem yang dibangun melalui tahapan observasi, analisis kebutuhan, rancangan diagram alir (flowchart), hingga pengujian performa ini diserahkan setelah pihak mitra melalui sesi pelatihan interaktif agar pengoperasian ke depan dapat berjalan mandiri.
Tak berhenti di sini, platform digital ini dirancang memiliki ruang tumbuh (scalable). Dalam peta jalan (roadmap) pengembangannya, sistem ini diproyeksikan dapat diperluas dengan fitur pemesanan daring (online booking), integrasi sistem pembayaran digital (QRIS), hingga konversi ke aplikasi berbasis Android dan iOS.
Langkah berkelanjutan tersebut beriringan dengan visi Kelompok Keahlian Smart Computing Technology Telkom University Surabaya dalam fase pemberdayaan masyarakat cerdas serta pemajuan ekonomi digital nasional di tingkat akar rumput. (Red)







