Jakarta, kartanusa – Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) baru saja memasuki babak baru kepengurusan. Seiring berakhirnya masa bakti periode 2021–2026, dan memasuki babak baru 2026-2031, Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat (PP) IPHI, Dr. Ir. H. Erman Suparno, MBA., MSi., menyampaikan pesan motivasi yang hangat sekaligus ajakan untuk terus menjaga solidaritas organisasi.
Transisi Kepemimpinan Pasca Muktamar VIII
Perubahan kepemimpinan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Muktamar VIII IPHI yang telah sukses diselenggarakan pada 15–16 Juni 2026 di Kuta, Bali. Melalui forum tertinggi organisasi tersebut, telah terbentuk susunan Pengurus Pusat IPHI untuk periode 2026–2031 sesuai dengan keputusan formatur.
Dalam pesannya, Ketum PP IPHI, Dr. Ir. H. Erman Suparno menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran pengurus di semua tingkatan yang telah berjuang bersama selama periode 2021–2026.
Menekankan Persaudaraan di Atas Jabatan
Salah satu poin penting yang ditekankan oleh Ketum PP IPHI, Dr. Ir. H. Erman Suparno adalah bahwa jabatan hanyalah sebuah amanah yang memiliki batas waktu, namun persaudaraan dalam IPHI adalah ikatan yang bersifat abadi.
“Kepada seluruh anggota dan pengurus bahwa tidak tercantumnya nama dalam susunan kepengurusan baru bukanlah akhir dari pengabdian.” Tuturnya.
Lebih lanjut, Ketum PP IPHI Erman, panggilan akrabnya, menyampaikan 3 hal penting dalam berkhidmat di organisasi IPHI, yakni:
Pertama, Pengabdian Berkelanjutan: Menjadi pengurus hanyalah salah satu bentuk pengabdian.
Kedua, Kekuatan Organisasi: Pengalaman, pemikiran, nasihat, dan doa dari seluruh senior serta mantan pengurus tetap menjadi kekuatan utama IPHI.
“Terakhir, Ketiga, pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah, kepada seluruh anggota kami mengajak untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah, saling mendukung, dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat mengurangi semangat kebersamaan.” Tegasnya.
Pentingnya Menjaga Visi untuk IPHI yang Profesional
Menutup pesannya, Dr. Ir. H. Erman Suparno berharap agar seluruh anggota dapat memanfaatkan wadah komunikasi seperti grup WhatsApp untuk terus berbagi informasi dan saling menguatkan. Ia mendorong agar IPHI terus dibangun menjadi organisasi yang bersih, transparan, profesional, serta memberikan manfaat nyata bagi umat, bangsa, dan negara.
“Semoga Allah SWT menerima setiap amal pengabdian kita sebagai amal saleh dan senantiasa memberikan keberkahan kepada keluarga besar IPHI.” Pungkasnya. (Humas/Gus).








