spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaKeseruan MPLS Sekolah Karakter Berlanjut, Murid Asyik Mengenal Lingkungan Baru

    Keseruan MPLS Sekolah Karakter Berlanjut, Murid Asyik Mengenal Lingkungan Baru

    Surabaya, kartanusa – Kemeriahan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) RAMAH 2026 di Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya terus berlanjut. Memasuki hari kedua, Selasa (14/07/2026), suasana sekolah tampak semakin ceria.

    Setelah sampai sekolah, sebanyak 101 murid kelas 1 Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya dikenalkan dengan pembiasaan di sekolah karakter yakni shalat dhuha di kelas masing-masing.

    Menurut koordinator tim kelas 1, Ustadzah Elvira, pembiasaan shalat dhuha bukan sekadar aktivitas rutin penunjang ibadah, melainkan bagian integral dari strategi pendidikan karakter dan penanaman nilai-nilai keislaman pada diri murid.

    “Pembiasaan shalat dhuha, terutama di jenjang kelas 1 sangatlah penting. Bahwa selain menekankan pentingnya ibadah wajib, ibadah sunnah juga kita kenalkan, dalam rangka menanamkan karakter sebagaimana Bintang Karakter yang Pertama, yakni Cinta Allah dengan Segenap CiptaanNya. Seluruh murid tampak senang dan menikmatinya.” Ujarnya.

    Selain itu, masih dalam suasana masa transisi dan adaptasi, murid dikenalkan dengan budaya di Sekolah Karakter, murid dari tata cara ketika bertemu ustadz-ustadzah, menyapa, bersalaman, lalu pembagian piket kelas, mengenalkan jingle sekolah, hingga janji pelajar Muhammadiyah.

    Kemeriahan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) RAMAH 2026 di Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya

    Serunya Jelajah Lingkungan Sekolah

    Sebanyak 101 murid kelas 1 yang terbagi menjadi 4 kelas diajak keliling lingkungan sekolah secara bergantian, mulai dari ruang guru, ruang kepala sekolah, kantin, UKS, lapangan olahraga hingga masjid.

    Seluruh murid tampak sangat ceria dan menikmati, termasuk Muhammad Afif Syafi’i kelas 1 Brave. Saat ditemui, ia mengungkapkan rasa senangnya mengenal hal-hal baru dan tempat-tempat baru yang ada di sekolah.

    “Seru sekali bisa keliling sekolah, saya sangat senang.” Ungkapnya.

    Selanjutnya, ketika ditanya tentang ustadz-ustadzahnya, ia mengaku sangat nyaman. “Ustadz-ustadzahnya baik sekali!” Pungkasnya.

    Kegiatan MPLS hari kedua ditutup dengan pembiasaan adab makan dan minum bersama saat jam istirahat di dalam kelas bersama wali kelas masing-masing. Hal ini diharapkan menjadi momen bonding antara murid dan wali kelas, sehingga ikatan emosional lebih mudah terbentuk secara natural.

    Bonding dengan murid sangatlah penting dilakukan, termasuk saat jam istirahat di kelas, dari situ anak-anak biasanya mulai membuka diri, ada dialog yang tersaji secara natural, sehingga wali kelas dapat lebih mengenal karakter anak-anak secara maksimal.” Pungkas Ustadzah Elvira. (Humas/Syifa).

    fortasi
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here