Surabaya, kartanusa – Fenomena nonton bareng (nobar) final Piala Dunia sering kali diidentikkan dengan aktivitas yang kurang bermanfaat, bahkan menjurus pada tindakan negatif seperti perjudian, konsumsi minuman keras, hingga melalaikan kewajiban salat subuh.
Menjawab keresahan tersebut, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) mengambil langkah inovatif dengan menggelar kegiatan nobar yang sarat akan nilai dakwah. Kegiatan tersebut berlangsung di Komplek Pendidikan Muhammadiyah Gadung Wonokromo, Surabaya. Senin (20/07/2026).
Bertajuk; “Nobar PCPM dalam Keberkahan”, acara ini tidak sekadar menjadi ajang menonton pertandingan, melainkan wadah edukasi spiritual. Acara dipandu langsung oleh Ustadz Carlos, Bikersmu Chapter Surabaya yang memberikan kajian-kajian inspiratif di sela-sela jalannya acara, mengubah suasana nobar yang biasanya hingar-bingar menjadi ajang mempererat tali silaturahmi dan menambah wawasan keislaman.
PCPM Wonokromo menyadari bahwa memutus kebiasaan buruk di tengah euforia sepak bola memerlukan pendekatan yang menarik. Oleh karena itu, kegiatan ini dikemas dengan konsep yang sangat memanjakan peserta.
Selain kajian bersama Ustadz Carlos, panitia menyediakan konsumsi makan bersama secara gratis serta membagikan ratusan door prize menarik bagi para peserta yang hadir.
“Inti dan tujuan kami mengadakan kegiatan ini adalah untuk mengubah kebiasaan yang berdampak buruk. Kita ingin mengalihkan antusiasme masyarakat, khususnya pemuda, dari hal-hal yang tidak bermanfaat menjadi sesuatu yang bernilai ibadah.” Ujar Ustadz Bahul Bendahara PCPM Wonokromo.

Puncak Kebersamaan: Salat Subuh Berjemaah
Sebagai penutup rangkaian acara yang penuh berkah, seluruh peserta nobar diajak untuk menunaikan salat subuh berjemaah. Hal ini menjadi simbol perlawanan terhadap budaya lalai salat yang sering terjadi saat acara nobar konvensional.
Melalui inisiatif ini, lanjut Ustadz Bahul, PCPM berharap dapat menjadi pelopor bagi komunitas lain untuk tetap bisa menikmati hobi dan euforia olahraga tanpa harus mengorbankan nilai-nilai agama.
“Nobar bukan lagi menjadi ajang kemaksiatan, melainkan sarana untuk meraih keberkahan.” Tegas Ustadz Bahul yang juga Karyawan Sekolah Berbasis Pesantren, Boarding School SMP Muhammadiyah 4 (Spempat) Gadung Surabaya ini.
Acara yang berlangsung khidmat namun meriah ini membuktikan bahwa dakwah tidak harus kaku, dan kesenangan tidak harus selalu menjauhkan diri dari Sang Pencipta. (Humas/Gus).








