Jakarta, kartanusa— Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berkolaborasi dengan Yayasan Anugerah Nusantara Al-Mubarokah (YANMU) resmi meluncurkan program “Rihlah Kemanusiaan 2026″.
Pelepasan konvoi program sosial tersebut dilakukan secara langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, Gus Yahya, panggilan akrabnya, bertempat di Gedung PBNU, Jakarta. Dilansir dari laman resmi media sosial TVNU pada Senin (03/08/2026).
Dalam agenda tersebut, diserahkan pula 11 unit ambulans secara simbolis yang diproyeksikan untuk didistribusikan ke berbagai pesantren dan jaringan pengurus NU di Pulau Jawa.
Ketum PBNU, Gus Yahya dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaboratif ini. Menurutnya, penyediaan armada transportasi medis merupakan langkah strategis yang menyentuh kebutuhan krusial masyarakat di akar rumput.
“Inisiatif menyediakan ambulans ini sangat tepat karena manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Meskipun fasilitas kesehatan ada di mana-mana, masalah akses transportasi menuju faskes sering kali masih jadi kendala.” Ujar Gus Yahya, Ketum PBNU.
Selain menghadirkan fasilitas transportasi medis darurat berupa 11 unit ambulans, sinergi antara PBNU dan YANMU dalam Rihlah Kemanusiaan 2026 ini juga mencakup penyaluran 1.000 mushaf Al-Qur’an. Bantuan kitab suci tersebut ditujukan untuk memperkuat kegiatan pembinaan keagamaan dan dakwah di berbagai pelosok daerah melalui basis lembaga serta pesantren.
Program kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas pelayanan sosial dan kesehatan pesantren, sehingga keberadaannya semakin dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat di sekitar lingkungan pesantren.
Melalui pelepasan konvoi Rihlah Kemanusiaan ini, PBNU bersama YANMU berkomitmen untuk terus merajut program-program berkelanjutan yang berfokus pada kemaslahatan umat, pelayanan sosial, serta penguatan infrastruktur dakwah di Indonesia. (Humas/Gus).








