Nganjuk, kartanusa — Pendopo Kabupaten Nganjuk ditegaskan kembali fungsinya sebagai rumah rakyat dan rumah bersama bagi seluruh elemen masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., M.B.A., saat memberikan arahan pada pelantikan bersama; Dewan Masjid Indonesia (DMI), Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Majelis Taklim Perempuan (MTP), Korps Mubalighoh DMI, dan Badan Wakaf Indonesia (BWI), Kabupaten Nganjuk. Ahad (02/08/2026).
Menurut Bupati Marhaen, Pendopo Kabupaten terbuka secara luas untuk digunakan dalam berbagai kegiatan keagamaan guna memperkuat syiar Islam dan nilai-nilai moral di tengah masyarakat. Ia mengajak masyarakat serta lembaga keagamaan untuk memanfaatkan ruang tersebut secara optimal.
“Pendopo ini jadi rumah rakyat, rumah bersama, maka gunakan untuk kegiatan keagamaan untuk syiar agama.” Ujar Bupati Marhaen dalam keterangannya.
Selain mendorong pemanfaatan fasilitas, Bupati yang dikenal dekat dengan berbagai kalangan ini juga memberikan catatan penting mengenai manajemen dan perencanaan acara. Ia menekankan agar setiap kegiatan yang diselenggarakan memiliki brand yang kuat serta pengemasan program yang kreatif agar pesan yang disampaikan dapat langsung diterima oleh masyarakat luas.
“Ingatkan juga tentang brand kegiatan, kemasan kegiatan sehingga programnya mengen.” Tambahnya.
Bupati Marhaen juga menyoroti kapasitas daya tampung Pendopo Kabupaten yang mampu menampung hingga ribuan jamaah dalam satu waktu. Ia memastikan bahwa fasilitas tersebut siap mengakomodasi kegiatan keagamaan skala besar.
“Programnya nendang, kata orang Jawa Timur. Sekali lagi gunakan pendopo ini, ini menampung 2.000 jamaah, kalau tidak cukup maka bisa menggunakan alun-alun.” Tegasnya.
Dengan dibukanya ruang publik ini secara inklusif, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap sinergi antara umaro (pemerintah) dan ulama serta umat semakin erat, sekaligus menjadikan pusat kota sebagai titik sentral pembinaan rohani dan kebersamaan masyarakat. (Humas/Gus).








