Depok, kartanusa — Rangkaian menuju Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi dimulai melalui ajang Bahtsul Masail Pra Muktamar ke-35 NU yang diselenggarakan di Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat. Dilansir dari laman resmi media sosial TVNU pada Sabtu (08/08/2026).
Forum strategis ini menjadi ruang urun rembuk para ulama, kiai, dan akademisi untuk membahas berbagai persoalan keagamaan, hukum Islam (fiqh), serta dinamika kemasyarakatan yang tengah berkembang di tengah publik.
Pembukaan dan Taujihad Rais ‘Aam PBNU
Kegiatan pada hari pertama ini diawali dengan proses registrasi peserta sejak pagi hari, dilanjutkan dengan acara pembukaan resmi. Agenda pembukaan diisi dengan taujihad (arahan ruhani dan keorganisasian) yang disampaikan langsung oleh Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Miftachul Akhyar.
Dalam arahannya, KH. Miftachul Akhyar, menekankan pentingnya peran Bahtsul Masail sebagai instrumen menjawab persoalan umat secara kontekstual tanpa meninggalkan akar tradisi mazhab yang akurat.
“Bahtsul Masail sebagai instrumen menjawab persoalan umat secara kontekstual tanpa meninggalkan akar tradisi mazhab yang akurat.” Tutur KH. Miftachul Akhyar, Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini.

Pembagian Tiga Komisi Pembahasan
Guna memaksimalkan pengkajian masalah, sidang pleno dan komisi dalam forum Bahtsul Masail ini dibagi ke dalam tiga komisi utama dengan fokus kajian yang berbeda:
Pertama, Komisi Waqi’iyyah: Fokus membahas persoalan-persoalan aktual dan kontemporer yang baru muncul (case-based) dan membutuhkan kepastian hukum Islam secara mendesak.
Kedua, Komisi Maudlu’iyyah: Menelaah masalah-masalah tematik yang bersifat terstruktur dan mendalam terkait isu-isu strategis keagamaan maupun sosial.
Ketiga, Komisi Qonuniyyah: Menganalisis produk-produk undang-undang, regulasi, atau kebijakan, baik dari pemerintah maupun negara, untuk ditinjau dari perspektif hukum Islam dan kepentingan kemaslahatan publik.
Forum Bahtsul Masail Pra Muktamar ini diharapkan mampu merumuskan rekomendasi-rekomendasi penting yang nantinya akan dibawa dan diputuskan dalam puncak Muktamar ke-35 NU mendatang. (Humas/Gus).








