Jakarta, kartanusa — Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia (RI), K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, sering dipanggil Gus Irfan, menerima kunjungan audiensi dari jajaran Pengurus Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, pada Kamis (06/08/2026).
Dilansir dari laman resmi media sosial miliknya, Gus Irfan menyampaikan bahwa dalam pertemuan strategis tersebut membahas berbagai isu krusial seputar penyelenggaraan ibadah haji, dengan fokus mendalam pada aspek fiqih haji spesifik bagi jemaah wanita.
“Pertemuan strategis ini membahas berbagai isu krusial seputar penyelenggaraan ibadah haji, dengan fokus mendalam pada aspek fiqih haji spesifik bagi jemaah wanita, serta dinamika penguatan peran keumatan Nahdlatul Ulama di tingkat nasional maupun internasional.” Ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, Gus Irfan menegaskan bahwa pembahasan mengenai fiqih haji wanita menjadi salah satu sorotan utama. Mengingat komposisi jemaah haji Indonesia didominasi oleh kaum perempuan, pemahaman mendalam terkait aspek ibadah yang inklusif, kemudahan syariat, serta kesehatan reproduksi dan fisik jemaah wanita menjadi urgensi tersendiri yang harus diakomodasi dalam kebijakan pelayanan haji ke depan.
“Selain diskursus keagamaan, dialog hangat ini juga mengeksplorasi penguatan sinergi antara Kementerian Haji dan Umrah dengan PP Fatayat NU.” Katanya.
Lebih lanjut, Gus Irfan menyampaikan bahwa sebagai salah satu banom (badan otonom) strategis NU yang membina perempuan muda Islam, Fatayat NU memiliki jaringan akar rumput yang kuat dalam memberikan edukasi manasik haji serta literasi keagamaan yang moderat kepada masyarakat luas.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus merawat kolaborasi lintas sektoral demi mewujudkan pelayanan ibadah haji yang semakin transparan, ramah jemaah, dan berkeadilan gender. (Humas/Gus).








