spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaAgustus Puncak HUT RI ke-81, LAZISMU Jatim Fokus Dua Program; Pemberdayaan Masyarakat...

    Agustus Puncak HUT RI ke-81, LAZISMU Jatim Fokus Dua Program; Pemberdayaan Masyarakat di Jatim dan Penanganan Bencana di NTT

    Sidoarjo, kartanusa – Peringatan HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026 ini menjadi momentum penting guna menunjukkan kebanggaan nasional. Kebanggaan nasional itu haruslah bertaut erat dengan komitmen bersama gua merawat persatuan dan kesatuan, memperjuangkan keadilan sosial, mewujudkan kemakmuran dan memastikan bahwa republik ini menjadi rumah yang aman dan layak seta mampu memberdayakan bagi seluruh rakyatnya.

    Dalam kesempatan tersebut Ustadz Aditio Yudono, Wakil Ketua LAZISMU Jatim bidang pendistribusian dan pendayagunaan memerhati bahwa peringatan HUT RI tahun ini harus diwarnai dengan rasa kepedulian yang mendalam terhadap sesama.

    Menurutnya, di tengah gegap gempita perayaan HUT RI, masyarakat diingatkan akan pentingnya kehadiran negara dan uluran tangan antar sesama bagi warga yang terimpa musibah. Seperti warga yang terdampak bencana alam bencana gempa bumi magnitude 7,7 yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Sehingga makna kemerdekaan diwujudkan melalui aksi nyata dan empati sosial.

    Ia juga mengatakan bahwa sejalan dengan hal itu LAZISMU wilayah Jawa Timur mengambil langkah-langkah pergerakan yang menjadi tugas Utama sebagai Lembaga Amil Zakat yang menghimpun dana zakat dan mendayagunakannya untuk membantu warga yang membutuhkan uluran tangan.

    “Saat ini LAZISMU mempunyai dua fokus perhatian yang membutuhkan effort dan kolaborasi penanganan secara Bersama, yaitu program yang bersifat pemberdayaan di Jatim dan program aksi kemanusiaan terhadap warga tertimpa bencana di NTT.” Kata Ustadz Aditio di sela-sela koordinasi program di Gedung Kemanusiaan LAZISMU Jatim, Buduran, Sidoarjo, pada Senin (17/08/2026).

    Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa bersama dengan Majelis Lingkungan hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur atau yang lebih keren disebut MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) mengirimkan Satuan Relawan beserta bantuan ke Folres, Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya ke kabupaten Manggarai timur dan Nagakeo.

    “Pada aksi kemanusiaan ini akan dikirimkan belasan Relawan guna menangani Poskor, Kesehatan dan pendistribusian bantuan. Misi ini tidak hanya datang terus pergi, namun hingga masa tanggap darurat berakhir pun tetap terus berjalan dengan program rehabilitasi dan rekonstruksi. Dalam hal ini Muhammadiyah sudah dikenal dengan penanganan kebencanaan yang berkelanjutan.” Tuturnya.

    Kedua, LAZISMU Jawa mengetengahkan program pemberdayaan masyarakat dengan 5 pilar, yaitu ekonomi, Pendidikan, Kesehatan Sosial Dakwah dan Lingkungan dalam Orkestrasi Gebyar Merdeka Berdaya 2026 LAZISMU se Jawa Timur.

    “Ini merupakan kiprah program pendistribusian dan pendayagunaan dana Ziska dengan giat Pemberdayaan yang Berdampak dan Berkelanjutan bagi Mustahik.” Ungkap Ustadz Aditio.

    “Program Pemberdayaan yang telah disusun oleh LAZISMU ini dilaksanakan oleh 13 kantor Wilayah dan Daerah LAZISMU di Jatim, dengan sebaran daerah di Sidoarjo, Bangkalan, Gresik, Magetan, Pasuruan, Ponorogo, Blitar, Jember, Bojonegoro, Mojokerto, Surabaya dan Lamongan.” Tambah Ustadz Aditio.

    Berbagai program pemberdayaan yang dirancang itu antar lain :

    • Kampung Kaliampo Bestari, Program Pelihara Daratmu – Pilar Lingkungan, bantuan sanitasi, PHBS dan instalasi pemilahan sampah, 50 KK, di Bantaran sungai Kaliampo, Desa Kali Pecabean kecamatan Candi, kabupaten Sidoarjo.
    • Kelompok Usaha Bakso Pentol Barokah, Program Pemberdayaan UMKM-Mikro – Pilar Ekonomi, bantuan modal usaha, pelatihan dan pendampingan, 20 orang, Kelurahan Dukuh Menanggal, kecamatan Gayungan, kota Surabaya.
    • Day Care Mentari Pagi, Program Peduli Kesehatan – Pilar Kesehatan, bantuan kegiatan terapi dan pendampingan kesehatan mental, sasaran 8 orang ODGJ berkategori asnaf Zakat, Sinergi dengan RSM Lamongan.
    • Kampung Qur’ani Pucukan, Program Dai Mandiri & Back to Masjid – Pilar Sosial Dakwah, bantuan pengiriman Dai Mandiri dan perlengkapan ibadah, sasaran 57 KK, Kampung Pucukan, Desa Pucukan, kecamatan Candi, kabupaten Sidoarjo.
    • Kelompok Usaha Mandiri Berkah Umat, Pilar ekonomi, bantuan modal usaha dan pelatihan di kecamatan Bangkalan, kabupaten Bangkalan, Madura.
    • Gerakan Orang Tua Asuh, Pilar Pendidikan, bantuan biaya pendidikan dan school kit, sasaran 278 siswa-siswi sekolah Muhammadiyah, kabupaten Gresik.
    • Senyum yatim & Sarasehan toleransi Cafe to Cafe, Pilar Sosial Dakwah, Bantuan 50 anak yatim & dhuafa lintas agama, di Desa Kejapanan, Kec Gempol, Kab Pasuruan.
    • Gerakan Sedekah Botol (GASEBO), program Pelihara Daratmu – Pilar Lingkungan, Bantuan awal 17 Kotak Pengumpul GASEBO kepada sekolah mitra LAZISMU Ponorogo (secara bertahap dan bisa berkembang ke AUM lainnya) se Ponorogo.
    • UMKM MERDEKA, Program Pemberdayaan UMKM – Pilar ekonomi, Bantuan Modal Usaha untuk warga di Desa Tlogo, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.
    • SIPEKA (Sistem Pemberdayaan Ekonomi Dan Ketahanan Pangan Keluarga), Program Pemberdayaan UMKM dan Ketahanan Pangan – Pilar Ekonomi, Bantuan modal usaha berupa Paket Ayam Kuntara, Jumlah 10 sasaran. Kelurahan Kaliwates, Kab. Jember.
    • Bantuan Living Cost Program Beasiswa Mentari Beasiswa Mentari – Pilar Pendidikan, untuk 3 Pondok Pesantren Muhamadiyah di Kab. Bojonegoro. Penerima Manfaat 49 Santri.
    • Ternak Mandiri KambingMu, Program Peternakan Masyarakat Mandiri – Pilar Ekonomi, di Desa Kenongo Mulyo, Kecamatan Kuntoronadi, Kab Magetan.
    • SuryaMuda, Pemberdayaan UMKM – Pilar Ekonomi, bentuk bantuan berupa sarana usaha & pendampingan usaha di kabupaten mojokerto.

    “Kedua focus program, pemberdayaan dan kemanusiaan, menjadi Garapan serius LAZISMU Jatim di bulan Agustus 2026 ini. Namun keberlanjutan programnya hingga bulan-bulan berikutnya. Kami sadar bahwa tantangan pengelolaan dana ZISKA saat ini tidak lagi sebatas pada efektivitas penghimpunan (Collecting Fundraising) dan penyaluran yang bersifat karitatif (Charity), melainkan bagaimana mengubah dana ZISKA menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang berkemajuan, transformatif, berdampak nyata, dan berkelanjutan (Sustainable Impact). Semoga dapat mewujudkan transformasi dari Mustahik menjadi Muzaki, Aamiin.” Pungkas Ustadz Aditio dengan penuh optimis. (Ddt/media LAZISMU Jatim).

    fortasi
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here