Surabaya, kartanusa — Sekolah Unggul Nasional SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya menggelar kegiatan pembinaan rutin bagi seluruh guru dan karyawan pada Rabu (26/08/2026) di Meeting Room Spemma Pucang Surabaya.
Kegiatan peningkatan kapasitas ruhiyah dan profesionalisme ini menghadirkan narasumber utama Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Ustadz Dr. M. Sholihin Fanani, MPSDM.
Dalam pemaparannya, Ustadz Sholihin mengajak seluruh pendidik dan tenaga kependidikan untuk senantiasa merefleksikan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-sehari. Ia mengenalkan sebuah kalimat motivasi praktis berbahasa Jawa yang sarat makna, yaitu:
“Sitik-sitik dieleng-eleng, sitik-sitik dilakoni, (sedikit demi sedikit diingat, sedikit demi sedikit diamalkan).” Tutur Ustadz Sholihin.
Kekuatan Doa dan Kunci Hidup Tenang
Sebagai fondasi dalam menghadapi dinamika kehidupan dan pekerjaan, Ustadz Sholihin mengingatkan pentingnya selalu menyandarkan segala urusan kepada Allah SWT. Ustadz Sholihin merinci empat amalan doa harian yang sangat baik untuk diamalkan sebagai motivasi sekaligus solusi hidup:
- Hasbunallahu wanikmal wakil nikmal maula wanikman nashir: Cukuplah bagi kami Allah, sebaik-baik pelindung, sebaik-baik penolong.
- Allahumma ainni ala dikrika wasyukrika, wahusni ibadatik: Ya Allah, bantulah aku untuk senantiasa berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.
- Allahumma inni as’aluka ilman nafi’a, warizqon wasia, wa’amalan mutaqobbalan: Ya Allah, aku memohon ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan amal yang diterima.
- La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazh zhalimin: Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim.
5 Pilar Utama BerMuhammadiyah
Inti dari gerakan berMuhammadiyah, lanjut Ustadz Sholihin, harus dijiwai dengan prinsip-prinsip dasar yang kokoh. Beliau merumuskannya dalam lima pilar utama:
- Berislam dengan Kaffah: Menjalankan ajaran Islam secara menyeluruh—baik dalam aspek pribadi, keluarga, bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara.
- Berdakwah dengan Istiqomah: Konsisten dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan.
- Berorganisasi dengan Amanah: Menjalankan tugas dan tanggung jawab persyarikatan dengan penuh integritas.
- Berjuang dengan Sabar: Keteguhan hati dalam menghadapi setiap tantangan dakwah.
- Berkorban dengan Ikhlas: Meniatkan setiap langkah pengabdian semata-mata mencari ridha Allah SWT.
Mewujudkan Tujuan Muhammadiyah
Pembinaan ini juga menegaskan kembali maksud dan tujuan didirikannya Muhammadiyah, yakni; “Menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”, merupakan bagian dari cita-cita Kiyai Ahmad Dahlan yang diimplementasikan dalam beberapa hal berikut, yakni:
Pertama, Memurnikan ajaran Islam serta menjauhkannya dari unsur TBC (Tahayul, Bid’ah, dan Churafat). Melalui gerakan Tajrid dan Tajdid serta menjadikan pendidikan sebagai media utama,
Kedua, Muhammadiyah berkomitmen untuk terus membimbing umat kembali kepada Al-Qur’an dan Al-Hadits.
Ketiga, Mewujudkan Negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
Keempat, Menuntun manusia menuju gerbang kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
“Melalui ikhtiar ini, diharapkan warga sekolah dapat turut serta mewujudkan cita-cita besar bangsa, yakni terciptanya masyarakat yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negeri yang baik dan diampuni Allah SWT), serta menuntun manusia menuju gerbang kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.” Pungkasnya. (Humas/Gus).








