Muktamar NU ke-35: Wujudkan Kemaslahatan Umat melalui Islam Nusantara
Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.
(Pimpinan Redaksi Kabar Berita Nusantara, Wakil Sekretaris PW IPHI Jawa Timur, Wakil Sekretaris DPW GBN Jawa Timur, Wakil Sekretaris LPHU PWM Jawa Timur, Bendahara Kwarwil HW Jawa Timur)
Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 menandai momentum penting dalam perjalanan panjang jam’iyah terbesar di Indonesia ini. Di tengah dinamika zaman yang kian kompleks, perhelatan akbar ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga titik tolak untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan keagamaan.
Sebagai manifestasi nyata dari nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, Islam Nusantara terus hadir sebagai jembatan harmonis antara ajaran Islam yang universal dengan akar budaya lokal yang kaya. Nilai-nilai tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), i’tidal (tegak lurus), dan tasamuh (toleran) bukan sekadar konsep normatif, melainkan instrumen aktif dalam menjawab berbagai persoalan umat hari ini.
Menghadirkan Solusi atas Tantangan Zaman
Kemaslahatan umat (maslahah mursalah) di era modern menuntut NU untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Beberapa fokus utama yang mendesak untuk terus dikawal meliputi:
Pertama, Penguatan Ekonomi Umat: Kemandirian bangsa berakar dari kemandirian ekonomi umat di tingkat akar rumput melalui pemberdayaan pesantren, UMKM, dan jaringan nahdliyin.
Kedua, Transformasi Digital dan Literasi: Menghadapi arus informasi yang masif, literasi digital yang berlandaskan akhlakul karimah menjadi kunci untuk meredam polarisasi dan hoaks di tengah masyarakat.
Ketiga, Pendidikan Karakter dan Kebangsaan: Menjaga generasi muda dari infiltrasi ideologi radikal dengan menanamkan cinta tanah air (hubbul wathan minal iman).
Komitmen Media untuk Kemaslahatan
Melalui semangat Muktamar ke-35 ini, Kabar Berita Nusantara (kartanusa.id) berkomitmen untuk terus mengambil peran strategis sebagai pilar informasi yang mencerdaskan, objektif, dan mencerahkan. Pers memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kebijakan publik yang berpihak kepada keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.
“Mari jadikan Muktamar NU ke-35 sebagai momentum kebersamaan untuk merawat jagat, membangun peradaban, dan mewujudkan kemaslahatan yang merata bagi seluruh bangsa Indonesia”








