Batu, kartanusa — Suasana khidmat dan semarak menyelimuti Mushola Cendekiawan Muslim SMP Negeri 03 Kota Batu pada Senin pagi (24/08/2026). Lantunan sholawat Nabi yang diiringi tabuhan rebana dari tim Banjari binaan Ustadzah Qorina Indriyanti, S.Pd.I., membuka rangkaian acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 H.
Mengusung semangat “Estiba Juara” (jargon kebanggaan sekolah), kegiatan ini diawali dengan pembacaan istighosah, dilanjutkan sambutan Plt. Kepala SMP Negeri 03 Kota Batu, Ibu Yayuk Sariyastutik, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya mengaplikasikan teladan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sekadar memperingatinya setiap tahun.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hari ini tidak selalu kita peringati setiap hari. Meskipun begitu, tauladan dari Nabi Muhammad SAW tetap harus kita lakukan setiap hari, memperbaiki watak menjadi lebih baik dalam hal apa pun.” Pesan Ibu Yayuk di hadapan para siswa.
Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh warga sekolah untuk senantiasa berpikir positif, menghindari tindakan bullying, dan saling menjaga perasaan antarteman.
Sementara itu, perwakilan guru PAI, Ustadz Eko Santoso, M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud syukur atas rahmat terbesar bagi alam semesta, sekaligus sarana memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW demi kebaikan seluruh warga Estiba Juara.

Puncak acara diisi dengan siraman rohani serta pemutaran video kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW oleh Ustadz Mawardi, S.Sy. Pengasuh Pondok Pesantren Arrohmah Putra Kabupaten Malang ini menjelaskan tentang peristiwa irhas (kejadian luar biasa sebelum kenabian) yang dialami Rasulullah Muhammad SAW saat menggembalakan domba di Perkampungan Bani Sa’ad.
Lebih lanjut, Ustadz Mawardi berpesan agar para siswa meneladani kejujuran dan budi pekerti Nabi Muhammad yang senantiasa menjaga diri dari perbuatan buruk sejak usia muda.
“Jika kita mau meneladani sifat dan sikap Nabi Muhammad, hendaknya kita menjadi pelajar yang selalu menjaga perilaku agar tidak menjadi keburukan bagi siapapun.” Pungkasnya sebelum menutup acara dengan doa bersama. (Murni Novida Wardany).








