spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaSpemma Gelar Program Literasi Terstruktur untuk Cetak Generasi Unggul dan Melek Digital

    Spemma Gelar Program Literasi Terstruktur untuk Cetak Generasi Unggul dan Melek Digital

    Surabaya, kartanusa — Sekolah Unggul Nasional SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya akademik yang unggul melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Jum’at (28/08/2026).

    Program yang dirancang secara komprehensif ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan minat baca, tetapi juga membekali peserta didik dengan kecerdasan digital serta kemampuan berpikir kritis di era informasi.

    Kepala SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, Ustadz Misbach Noehruddin, S.Si., MM., menjelaskan bahwa pembiasaan literasi di sekolahnya dijalankan secara konsisten lewat berbagai pilar utama. Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah pembiasaan membaca singkat selama 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

    “Untuk mendukung hal tersebut, pihak sekolah menghadirkan fasilitas pendukung yang memadai, mulai dari penyediaan pojok baca di setiap ruang kelas hingga pengoptimalan perpustakaan sekolah yang menyediakan beragam koleksi buku, mulai dari fiksi, non-fiksi, literatur keislaman, hingga karya sastra pilihan.” Ujar Ustadz Misbach, panggilan akrabnya.

    Tidak sekadar membaca, lanjut Ustadz Misbach, para siswa juga didorong untuk aktif mengulas dan meresensi buku yang telah dibaca. Melalui penugasan kelas maupun ajang pameran buku, siswa diajak untuk membagikan rekomendasi bacaan guna melatih kemampuan komunikasi dan analisis mereka.

    “Sejalan dengan perkembangan teknologi, Spemma turut memperluas cakupan literasinya ke ranah digital. Melalui program khusus seperti workshop Smart Digital Teens dan pelatihan pembuatan infografis, peserta didik dibekali edukasi agar bijak menggunakan internet, memahami keamanan digital, serta cermat dalam memilah informasi atau berita.” Ungkapnya.

    Seluruh rangkaian pembiasaan ini juga diintegrasikan secara langsung ke dalam pembelajaran berbasis proyek. Dengan penugasan membaca intensif dan riset literatur, para siswa diharapkan mampu mentransformasikan pengetahuan bacaan menjadi karya nyata.

    Melalui pendekatan terstruktur ini, SMP Muhammadiyah 5 Surabaya optimistis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya literat secara konvensional, tetapi juga memiliki karakter kuat, adaptif, serta cakap bermedia di era teknologi modern. (Humas/Gus).

    fortasi
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here