Jakarta, kartanusa — Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menekankan urgensi menjaga persatuan, kerukunan, serta kedewasaan berpolitik dalam sistem demokrasi Indonesia. Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara saat memberikan sambutan pada Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Rabu (09/09/2026).
Hadir dalam kesempatan tersebut Presiden Republik Indonesia Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat untuk periode 2025–2030.
Di hadapan para kader dan tamu undangan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sebuah bangsa besar yang memilih jalur demokrasi harus senantiasa terbuka terhadap kritik dan koreksi. Menurutnya, bahwa perbedaan pandangan, saran, maupun kritik konstruktif dinilai sebagai instrumen esensial dalam merawat demokrasi.
“Perbedaan pandangan, saran, maupun kritik konstruktif dinilai sebagai instrumen esensial dalam merawat demokrasi, dengan catatan seluruh proses tersebut senantiasa dilandasi oleh semangat pengabdian bagi kepentingan rakyat.” Tegas Presiden Prabowo Subianto.

Pesan Penting Presiden Prabowo Subianto
Pertama, Pentingnya Menjaga Persatuan: Menjaga kebersamaan di tengah keragaman pandangan politik nasional.
Kedua, Demokrasi yang Matang: Keterbukaan dalam menerima kritik dan koreksi untuk kemajuan bersama.
Ketiga, Kolaborasi Pembangunan: Mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu menghadapi tantangan nasional.
“Melalui fondasi kebersamaan yang kokoh dan berkelanjutan, Presiden optimis bahwa Indonesia memiliki modal sosial dan politik yang besar untuk terus melangkah maju menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.” Pungkasnya. (Humas/Gus).








