Surabaya, kartanusa — Bendahara Kwartir Wilayah (Kwarwil) Hizbul Wathan (HW) Jawa Timur, Ramanda Salman Alfarisi BMR, S.H.I., memberikan pesan penting mengenai internalisasi nilai kepanduan kepada ratusan peserta didik. Pesan tersebut disampaikan di tengah perhelatan perkemahan yang diikuti oleh siswa-siswi SMP Muhammadiyah 1 Surabaya (Spemsa) di halaman Sekolah pada Sabtu-Ahad (12-13/06/2026).
Dalam arahannya, Ramanda Salman Alfarisi BMR, S.H.I., Bendahara Kwarwil HW Jatim menegaskan bahwa fondasi utama seorang kader pandu terletak pada pemahaman dan pengamalan kode kehormatan. Selain itu, kader pandu harus mampu memahami karakteristik dan sifat kepanduan HW sebagai kepanduan Islam dan bagian dari organisasi otonom Muhammadiyah.
“Kode kehormatan Pandu HW secara esensial tercermin melalui Janji dan Undang-Undang Hizbul Wathan yang harus dipegang teguh dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.” Tutur Ramanda Salman, panggilan akrabnya.
Lebih lanjut, para peserta perkemahan juga dibekali motivasi agar senantiasa mengimplementasikan filosofi 3 P dalam setiap langkah pergerakan mereka. Tiga karakter utama yang harus melekat pada diri seorang pandu meliputi:
Pertama, Pelopor: Menjadi garda terdepan dalam kebaikan, inovasi, serta keteladanan positif di lingkungan sekitar.
Kedua, Pelangsung: Mampu menjaga kesinambungan estafet perjuangan organisasi serta nilai-nilai luhur kemuhammadiyahan.
Ketiga, Penyempurna: Hadir untuk melengkapi, memperbaiki, dan memaksimalkan setiap amal usaha maupun kerja nyata secara optimal.
“Jangan lupa juga bahwa di dalam kepanduan HW terdapat semboyan yang melekat dan sebagai penyemangat dalam kehidupan, yakni fastabiqul khoirot dan sedikit bicara, banyak bekerja.” Pungkasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ramanda Sholihin Isdianto, S.Pd., Guru sekaligus Pelatih Hizbul Wathan Spemsa menyampaikan bahwa kegiatan Kemah HW SMP Muhammadiyah 1 Surabaya ini dirancang sebagai wadah pembentukan karakter tangguh, mandiri, dan berjiwa kepemimpinan islami bagi para pelajar.
“Melalui penanaman nilai-nilai kedisiplinan dan semangat pandu yang militan, pihak sekolah berharap para siswa mampu tumbuh menjadi generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman dengan berlandaskan jiwa Islam yang kaffah.” Tandasnya. (Humas/Gus).








