Jombang, kartanusa — Suasana khidmat dan penuh keakraban mewarnai acara tasyakuran atas suksesnya penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung di rumah KH. Abdurrozaq Sholeh, Pondok Pesantren Al Muhajirin Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada Ahad (20/09/2026) malam.
Silaturahim yang dimulai pukul 19.00 WIB ini dihadiri secara lengkap oleh 21 Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Jombang, jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, serta perwakilan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Kehadiran lintas struktur ini menegaskan kuatnya soliditas NU di Kabupaten Jombang.
Bukti Nyata Kekompakan Kiai Kampung dan Jamiyah
Tuan rumah sekaligus Ketua Panitia Lokal Muktamar, KH. Abdurrozaq Sholeh, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan gelaran akbar tersebut.
“Alhamdulillah, Muktamar ke-35 berjalan sukses, aman, lancar, dan barokah. Atas nama panitia lokal, kami bersama poro Yai Ketua MWCNU se-Kab. Jombang mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen mulai dari PBNU, PWNU Jatim, PCNU Jombang, MWCNU, Ranting, Banom, hingga Polri-TNI dan masyarakat.” Ungkap KH. Abdurrozaq Sholeh di hadapan para kiai.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kesuksesan Muktamar di Jombang merupakan bukti otentik bahwa kekuatan utama Nahdlatul Ulama berpijak pada kekompakan para kiai kampung dan jamiyah di akar rumput.
Ajang Konsolidasi dan Pererat Silaturahim
Acara tasyakuran ini dikemas secara sederhana namun hangat dengan tradisi santap malam lesehan bersama, menyajikan hidangan istimewa nasi mandhi ala Arab. Selain itu, panitia juga membagikan suvenir khusus Muktamar ke-35 kepada seluruh tamu undangan yang hadir. Puluhan bingkisan eksklusif disiapkan rapi untuk para kiai sebagai kenang-kenangan.
“Ini bukan hanya tasyakuran, tapi konsolidasi. Jombang sebagai jantung NU harus menjadi contoh bahwa kita satu komando mengawal hasil Muktamar untuk kemaslahatan umat.” Tegas KH. Abdurrozaq Sholeh.
Rangkaian acara tasyakuran ini ditutup dengan doa bersama untuk kejayaan NU serta keselamatan bangsa, yang kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah hangat antar-pengurus. (Humas/Gus).








