Jakarta, kartanusa— Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto secara resmi menginstruksikan percepatan penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Selasa (22/09/2026).
Tahapan Akhir Menuju Ratifikasi
Usai rapat terbatas, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa perjanjian IEU-CEPA saat ini sudah berada dalam tahap penyelesaian dokumen berbahasa Inggris.
“Dokumen selanjutnya akan melalui proses di Parlemen Eropa sebelum dilanjutkan dengan tahap ratifikasi nasional sesuai mekanisme yang berlaku.” Ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Berdasarkan data Kemenko Bidang Perekonomian, lanjutnya, pemerintah menargetkan proses ratifikasi dapat tuntas pada semester kedua 2026, sehingga perjanjian dagang strategis ini bisa mulai diimplementasikan pada awal 2027.
Agenda Kunjungan Pejabat Tinggi Uni Eropa
Sebagai bagian dari penguatan diplomasi ekonomi dan kelanjutan kerja sama ini, Menko Airlangga turut mengungkapkan rencana kunjungan kerja sejumlah petinggi Uni Eropa ke Indonesia.
“Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa, Maroš Šefčovič, dijadwalkan berkunjung ke Tanah Air. Selain itu, lawatan jajaran pimpinan tinggi Uni Eropa lainnya juga telah diagendakan berlangsung pada akhir Oktober atau awal November 2026.” Ungkapnya.
Perjanjian IEU-CEPA ini diyakini menjadi langkah krusial bagi Indonesia dalam memperluas akses pasar ekspor ke kawasan Eropa serta mendongkrak daya saing perekonomian nasional di kancah global. (Humas/Gus).








