spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeBeritaDorong Perguruan Tinggi Berdampak, Kemendiktisaintek RI Gelar Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi Tahap...

    Dorong Perguruan Tinggi Berdampak, Kemendiktisaintek RI Gelar Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi Tahap II 2026 di UGM

    Yogyakarta, kartanusa — Mewujudkan perguruan tinggi yang berdampak luas bagi masyarakat menuntut adanya transformasi menyeluruh, khususnya pada aspek tata kelola dan kepemimpinan. Hal tersebut menjadi sorotan utama dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) Tahap II Tahun 2026 yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM). Dilansir dari laman resmi media sosial milik pribadinya pada Rabu-Kamis (23-24/09/2026).

    “Di tengah dinamika zaman yang bergerak cepat dan kompleks, kepemimpinan perguruan tinggi dituntut untuk memiliki kepekaan tinggi dalam membaca tantangan serta beradaptasi secara cepat.” Tutur Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Republik Indonesia.

    Tantangan Zaman dan Budaya Inovasi

    Menurutnya, pola pikir lama dinilai tidak lagi relevan untuk menjawab persoalan masa kini. Para pemimpin institusi pendidikan tinggi didorong untuk terus belajar, membuka perspektif baru, dan berani melakukan terobosan serta inovasi.

    Kegiatan Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) Tahap II Tahun 2026 yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM)

    Prof. Fauzan menegaskan bahwa melalui AKPT Tahap II 2026 ini, para pemimpin perguruan tinggi diharapkan mampu:

    • Memperkuat kapasitas kepemimpinan strategis.
    • Memperluas jejaring dan kolaborasi lintas sektor.
    • Membangun budaya organisasi yang positif dan inklusif.
    • Menjaga integritas tinggi agar setiap proses serta keputusan terbebas dari tindakan amoral dan praktik koruptif.

    Mewujudkan “Diktisaintek Berdampak”

    Prof. Fauzan juga menyampaikan bahwa kemajuan sebuah perguruan tinggi pada akhirnya tidak hanya diukur dari pertumbuhan fisik atau institusionalnya saja.

    “Lebih dari itu, tolok ukur utamanya adalah kemampuan institusi dalam mencetak talenta unggul, menghasilkan riset dan inovasi aplikatif, serta menghadirkan solusi nyata bagi persoalan masyarakat di sekitar kampus.” Pungkasnya.

    Seluruh rangkaian penguatan kepemimpinan ini menjadi bagian integral dari upaya bersama mewujudkan Diktisaintek Berdampak, sebuah ekosistem pendidikan tinggi yang terus bertransformasi, berintegritas, serta menjadikan ilmu pengetahuan dan riset sebagai kekuatan utama untuk menjawab permasalahan riil di tengah masyarakat. (Humas/Gus).

    fortasi
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here