Jakarta, kartanusa— Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, untuk menindaklanjuti program streamlining Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan fokus pada optimalisasi aset, peningkatan produktivitas, serta efisiensi perusahaan. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Senin (05/10/2026)
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Investasi dan Hilirisasi (Meninveshil) Republik Indonesia, Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa pemanfaatan aset menjadi sorotan utama Kepala Negara. Menurutnya, besarnya nilai aset yang dikuasai BUMN saat ini dinilai belum sebanding dengan pendapatan yang dihasilkan.
“Sebab, besarnya nilai aset yang dikuasai BUMN saat ini dinilai belum sebanding dengan pendapatan yang dihasilkan. Presiden pun memberi arahan agar pengelolaan aset dilakukan secara lebih produktif, terukur, dan terstruktur.” Tutur Meninveshil RI, Rosan Roeslani.

Sebagai langkah konkret, lanjut Meninveshil RI, Rosan Roeslani bahwa pemerintah akan menganalisis secara menyeluruh seluruh aset BUMN yang berpotensi dikembangkan.
“Selain itu, pemerintah juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan sektor swasta atau dunia usaha, khususnya untuk mengelola aset-aset yang tidak bersifat strategis agar dapat berjalan lebih efisien.” Pungkasnya. (Humas/Gus).









