Mojokerto, kartanusa – Ratusan jemaah yang terdiri dari asatizah, santri, serta wali santri memadati Masjid Agung eLKISI dalam gelaran pelepasan relawan Pengabdian Santri Pondok Pesantren Islamic Center eLKISI, Ahad (04/10/2026). Dalam program ini, para santri kelas 11 SMA eLKISI bakal menerjunkan diri langsung mengabdi ke tengah masyarakat Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), selama tiga bulan.
Rangkaian acara dibuka oleh pembawa acara Ustadz Fulung Wahyu Nugroho, S.Sos., dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surat Ali ‘Imran ayat 102–104 oleh santri Kader Ulama, Akh Raisul Islam. Lantunan ayat tersebut menjadi refleksi penguat misi dakwah, persatuan, dan amar ma’ruf nahi munkar.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Eksekutif Laznas Dewan Dakwah Islamiyah Pusat sekaligus perwakilan wali santri, Ustadz Muhammad Idris Yusuf, S.Kom.I., mengapresiasi keberanian lembaga dalam menggembleng mental santri sejak bangku sekolah. Berdasarkan pengalamannya meninjau lokasi bencana di Flores—seperti wilayah Waso—kehadiran para santri dinilai sangat penting untuk mendampingi serta menguatkan mental dan spiritual masyarakat terdampak.
“Ini adalah bagian dari proses pendidikan. Di lokasi pengabdian, anak-anak akan tinggal di tenda dan mendampingi masyarakat yang membutuhkan penguatan iman serta kehadiran nyata.” Jelas Ustadz Idris.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Pengasuh PP Islamic Center eLKISI, Dr. KH. Fathur Rohman, M.Pd.I., memberikan pesan mendalam terkait pemaknaan ulang konsep kesuksesan. Ia menekankan bahwa sukses tidak diukur dari pencapaian materi, melainkan dari proses yang diridai Allah SWT sebagaimana tertuang dalam QS. Fatir ayat 29–30.
“Jangan hanya bertanya, ‘Saya sudah sukses atau belum?’ Tetapi tanyakan kepada diri kita: ‘Apakah proses yang sedang saya jalani hari ini merupakan proses yang diridai oleh Allah?'” Tegas KH. Fathur Rohman.
Puncak prosesi pelepasan ditandai dengan pemakaian rompi relawan secara simbolis oleh KH. Fathur Rohman kepada perwakilan santri, dengan disaksikan Syaikh Majdi Aly Al-Mishri dan Ustaz Muhammad Idris Yusuf. Acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Syaikh Majdi Aly Al-Mishri sebelum para relawan bertolak menuju lokasi pengabdian di NTT. (Humas/Gus).









