Jakarta, kartanusa — Kantor Pimpinan Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang berlokasi di Taman Patra, Jakarta, resmi diresmikan pada 7 Oktober 2026. Kehadiran kantor baru ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat administratif, tetapi juga dirancang menjadi poros utama pengembangan dan kajian ekonomi syariah di Indonesia.
Peresmian ini dihadiri oleh jajaran pengurus, mitra strategis, serta tokoh-tokoh penting nasional, diantaranya adalah Ketua Dewan Pakar MES, Ustadz Adi Hidayat (UAH), Menteri Agama Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, serta Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc. Dilansir dari laman resmi media sosial milik pribadi UAH pada Ahad (11/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pakar MES, Ustadz Adi Hidayat (UAH), hadir memberikan tausiyah sekaligus memimpin diskusi bersama para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk merumuskan milestone utama program MES periode 2026–2027.
Dalam keterangannya, UAH menyampaikan bahwa seluruh masukan dari masyarakat dan mitra ekosistem ekonomi syariah akan dikaji dan direkomendasikan menjadi program-program terapan.
“Seluruh masukan dari masyarakat dan mitra ekosistem ekonomi syariah akan dikaji secara mendalam untuk kemudian direkomendasikan menjadi program-program terapan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.” Tutur Ustadz Adi Hidayat.

Diskusi Strategis Bersama Menteri Agama
Acara peresmian ini semakin berkesan dengan kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar. Kehadirannya membuka ruang diskusi yang mendalam, dimulai dari topik pemahaman keagamaan di Indonesia sebagai pengantar, yang kemudian berkembang luas mencakup berbagai tema keagamaan dan sosial strategis.
Dengan diresmikannya kantor baru ini, MES optimis dapat memperkuat sinergi lintas sektoral guna mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, progresif, dan berkelanjutan di tanah air. (Humas/Gus).









