Surabaya, kartanusa— Musyawarah Wilayah (Musywil) Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Jawa Timur berlangsung dalam suasana kondusif, aman, lancar, dan terkendali. Forum musyawarah yang diwarnai dinamika pembahasan organisasi tersebut akhirnya menetapkan Dr. Ir. Mangesti Waluyo Sedjati sebagai Ketua ISMI Jawa Timur secara aklamasi. Sabtu (10/10/2026).
“Terpilihnya Mangesti secara aklamasi menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi saudagar Muslim di Jawa Timur. Proses musyawarah menunjukkan bahwa berbagai pandangan dan persoalan internal dapat dibawa ke dalam forum organisasi untuk dibahas melalui mekanisme musyawarah.” Ujar Agus M. Maksum.
Dinamika Organisasi Mengemuka dalam Musyawarah
Dalam jalannya musyawarah, lanjut Agus M. Maksum, sejumlah isu penting terkait tata kelola organisasi menjadi perhatian peserta. Dinamika pembahasan mencakup mekanisme persidangan, tata tertib, pertanggungjawaban kepengurusan, serta pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan organisasi.
Ia juga menyampaikan bahwa persoalan pertanggungjawaban koperasi juga menjadi salah satu isu yang perlu mendapatkan penyelesaian secara kelembagaan. Pembahasan mengenai hal ini menegaskan pentingnya dokumentasi, keterbukaan laporan, serta klarifikasi berdasarkan data dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, di tengah dinamika tersebut, forum tetap berjalan dengan tertib. Perbedaan pandangan menjadi bagian dari proses konsolidasi yang perlu diselesaikan melalui mekanisme organisasi, bukan menjadi penghalang bagi keberlanjutan kepemimpinan.
“Pelaksanaan musyawarah yang berlangsung kondusif menjadi modal penting untuk melanjutkan agenda pembenahan dan penguatan organisasi ISMI Jawa Timur.” Tandasnya.
Mangesti Hadapi Agenda Konsolidasi dan Penguatan Ekonomi Saudagar
Terpilihnya Dr. Ir. Mangesti Waluyo Sedjati secara aklamasi membawa harapan bagi penguatan peran ISMI Jawa Timur sebagai wadah kolaborasi saudagar Muslim, pengusaha, dan pelaku ekonomi produktif.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ir. Mangesti Waluyo Sedjati, menyampaikan bahwa tantangan berikutnya adalah menerjemahkan hasil Muswil menjadi program kerja yang konkret, terukur, dan memberikan manfaat bagi anggota.
“Sejumlah agenda strategis yang relevan untuk dikembangkan meliputi penguatan jejaring saudagar, hilirisasi komoditas unggulan, pengembangan kemitraan usaha, transformasi digital, serta perluasan akses pasar bagi produk-produk anggota.” Tutur Mangesti yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PW IPHI) Provinsi Jawa Timur ini.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengembangan Kopi Saudagar dan sistem coffee traceability, misalnya, dapat menjadi salah satu model kolaborasi yang mempertemukan petani, konsolidator, pengolah, pemegang sertifikasi, dan pasar dalam satu ekosistem usaha yang terintegrasi.
Dengan pendekatan tersebut, lanjut Mangesti, ISMI tidak hanya menjadi forum silaturahmi dan komunikasi antarpengusaha, tetapi juga dapat berperan sebagai penggerak kolaborasi ekonomi yang menghasilkan nilai tambah.
Menatap Babak Baru ISMI Jawa Timur
Musywil kali ini memperlihatkan dua agenda yang saling berkaitan: penyelesaian persoalan internal organisasi dan penguatan orientasi ekonomi ke depan.
Kepemimpinan baru diharapkan mampu merangkul seluruh unsur organisasi, memperkuat tata kelola, serta membangun kembali kepercayaan melalui kerja nyata dan program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh anggota.
Terpilihnya Mangesti secara aklamasi menjadi awal dari tanggung jawab tersebut. Konsolidasi yang telah berlangsung perlu dilanjutkan dengan penyusunan program prioritas, pembagian tanggung jawab, dan penguatan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.
Musywil yang berlangsung aman dan kondusif menjadi titik awal. Ukuran keberhasilan berikutnya adalah kemampuan ISMI Jawa Timur mengubah kesepakatan organisasi menjadi gerakan ekonomi yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan bagi saudagar Muslim serta masyarakat. (Agus).









