Jakarta, kartanusa — Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal PBNU H. Gudfan Arif (Gus Gudfan), menerima kunjungan Staf Khusus Perdana Menteri (PM) Malaysia, Ust. Mohammad Raimi Ab Rahim, beserta rombongan Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia. Pertemuan tersebut berlangsung di lantai 3 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Dilansir dari laman resmi media sosial TVNU pada Selasa (12/10/26).
Kedatangan Stafsus PM Malaysia beserta delegasi ke PBNU bertujuan secara khusus untuk menyampaikan ucapan selamat dan doa resmi dari Perdana Menteri Malaysia, Datuk Anwar Ibrahim, kepada jajaran kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026–2031.
Penjajakan Kerja Sama Strategis
Selain agenda silaturahim, pertemuan hangat ini juga membahas berbagai peluang kerja sama strategis antara Pemerintah Malaysia dan PBNU. Fokus utama kerja sama tersebut meliputi beberapa bidang penting, antara lain:
- Pengembangan Turots (Kitab Kuning/Warisan Keislaman).
- Pendidikan.
- Dakwah Islam.
Undangan Hadiri Majelis Ilmi Khataman Hadits Imam Turmudzi
Dalam kesempatan yang sama, Mohammad Raimi Ab Rahim turut menyampaikan undangan resmi dari Perdana Menteri Malaysia kepada Ketua Umum PBNU Gus Kikin. Undangan tersebut untuk menghadiri acara Majelis Ilmi Khataman Hadits Imam Turmudzi yang dijadwalkan akan berlangsung pada 23 November 2026 mendatang.
“Kunjungan diplomatik dan keagamaan ini semakin mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia, khususnya dalam penguatan jejaring keislaman Ahlussunnah wal Jamaah serta kemajuan umat serumpun.” Tutur Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH. Abdul Hakim Mahfudz. (Humas/Gus).









