spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaWagub Emil Dardak Tegaskan UMKM dan Ibu-Ibu Jadi Kunci Kekuatan Ekonomi Jawa...

    Wagub Emil Dardak Tegaskan UMKM dan Ibu-Ibu Jadi Kunci Kekuatan Ekonomi Jawa Timur

    Surabaya, kartanusa — Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, M.Sc., mengimbau seluruh pengurus dan alumni haji yang tergabung dalam Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jawa Timur untuk mengambil peran aktif dalam menguatkan ekosistem ekonomi syariah dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) daerah.

    Langkah strategis ini dinilai krusial mengingat sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Jawa Timur dengan kontribusi mencapai 60 persen atau senilai lebih dari Rp2.100 triliun dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim yang berkisar di angka Rp3.700 triliun.

    Pernyataan tersebut disampaikan Emil Elestianto Dardak saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pengurus Wilayah IPHI Jawa Timur yang berlangsung di Gedung Rektorat Universitas Negeri Surabaya (UNESA), pada Ahad (18/10/2026).

    Potensi Ekspor Halal dan Ekosistem Haji

    Wagub Emil yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Timur menekankan bahwa besarnya jumlah jemaah haji dan umrah asal Indonesia merupakan potensi captive market pasar halal yang sangat masif. Kebutuhan para jemaah di Tanah Suci harus dapat ditangkap oleh produk-produk UMKM lokal dan komoditas unggulan pesantren.

    Ia menggarisbawahi bahwa peluang ekspor halal di Tanah Suci terbuka sangat lebar karena Kerajaan Arab Saudi membutuhkan kolaborasi langsung dengan Indonesia.

    “Kita tahu bersama, Indonesia ini mungkin paling banyak mengirimkan jemaah haji dan umrah di dunia. Kerajaan Arab Saudi terbuka dan menyatakan mereka butuh sinergi dan kolaborasi dengan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan para jemaah. Maka salah satu tumpuan kita untuk menggenjot ekspor halal dan kemajuan UMKM adalah sinergi dengan ekosistem haji dan umrah.” Ujar Emil, yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Wilayah IPHI Jawa Timur ini.

    Wakili Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, M.Sc., yang juga Ketua PW IPHI Jatim saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pengurus Wilayah IPHI Jawa Timur yang berlangsung di Gedung Rektorat Universitas Negeri Surabaya (UNESA), pada Ahad (18/10/2026)

    Penguatan Kelembagaan dan Pesantrenpreneur

    Emil juga menjelaskan pentingnya mengevaluasi perjalanan program pemberdayaan ekonomi keumatan serta memperkuat kelembagaan ekonomi seperti Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren). Pengalaman menunjukkan bahwa dorongan pada produk saja tanpa lembaga yang kuat sulit menjaga keberlanjutan usaha.

    “Fokus kepada produk tanpa menguatkan lembaga ekonominya itu tidak mudah untuk menjaga kontinuitas. Yang paling penting kita bangun adalah kultur pesantrenpreneur. Dan ternyata Kopontren menjadi jangkarnya.” Tegas Emil.

    Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa struktur perekonomian Jawa Timur sangat ditopang oleh pergerakan usaha skala mikro dan menengah di daerah, bukan semata-mata oleh industri besar.

    Peran Sentral Kaum Ibu dan Sinergi Keumatan

    Dalam pergerakan UMKM tersebut, mantan Bupati Trenggalek ini memberikan apresiasi khusus kepada Majelis Ta’lim Perempuan (MTP) IPHI dan kaum ibu yang menjadi motor utama di sektor usaha kreatif, busana, serta olahan pangan, yakni:

    Pertama, Motor Penggerak UMKM: Mayoritas pelaku pelatihan UMKM produk olahan maupun kriya didominasi oleh kaum perempuan dan ibu-ibu.

    Kedua, Garda Terdepan: MTP IPHI didorong untuk berada di garda terdepan melalui program-program yang konkret.

    Terakhir, Wagub Emil mengajak seluruh elemen IPHI untuk menjalin sinergi erat dengan berbagai ekosistem keumatan seperti BAZNAS, Badan Wakaf, hingga LAZISNU dan LAZISMU agar program penguatan ekonomi dapat berjalan saling menguatkan, bukan saling menggantikan.

    Melalui Rakerwil IPHI Jatim di UNESA ini, koordinasi antara pengurus wilayah dan daerah di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur diharapkan semakin solid dalam mengawal agenda penguatan ekonomi keumatan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Humas/Gus).

    iklanupdate
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here