spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaHari Santri 2026: Santri Berdaya, Penguat Ukhuwah Menuju Indonesia Berkemajuan dan Bermartabat 

    Hari Santri 2026: Santri Berdaya, Penguat Ukhuwah Menuju Indonesia Berkemajuan dan Bermartabat 

    Hari Santri 2026: Santri Berdaya, Penguat Ukhuwah Menuju Indonesia Berkemajuan dan Bermartabat 

    Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.

    (Wakil Sekretaris PW IPHI, Wakil Sekretaris LPHU PWM, Bendahara Kwarwil HW, Wakil Sekretaris DPW GBN Jatim)

    Hari Santri ini mengingatkan kita kembali bahwa peran santri tidak pernah lepas dari sejarah panjang perjuangan bangsa, sekaligus menjadi penentu arah kemajuan Indonesia di masa depan.

    Nilai-nilai penting yang dapat kita petik untuk mewujudkan Indonesia Berkemajuan dan Bermartabat, yakni:

    Pertama, Empat Pilar Utama Santri Unggul: Untuk menjawab tantangan zaman, seorang santri dituntut untuk memiliki keseimbangan antara spiritualitas, moralitas, dan intelektualitas:

    •  Kuat Aqidah & Baik Ibadah: Fondasi utama yang berakar pada ketauhodan yang lurus serta kedisiplinan dalam menjalankan perintah agama.
    • Mulia Akhlak (Moral): Menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri teladan dalam berinteraksi sosial, menebar kasih sayang, dan menjaga kehormatan diri.
    • Wawasan Luas: Terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, sejarah, dan dinamika global.
    • Melek Teknologi: Adaptif terhadap era digital agar dakwah dan kontribusi santri semakin relevan serta berdampak luas.

    Kedua, Santri Berdaya dan Penguat Ukhuwah

    • Ukhuwah Islamiyah: Persaudaraan umat Islam yang kokoh adalah benteng persatuan bangsa. Santri berada di garis depan dalam merajut kerukunan dan menghindari perpecahan.
    • Berdaya untuk Negeri: Semangat jihad santri masa kini diwujudkan melalui karya, inovasi, kemandirian ekonomi, serta kontribusi nyata di berbagai sektor pembangunan Indonesia tercinta.

    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

    وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَا فُوْا عَلَيْهِمْ ۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوا قَوْلًا سَدِيْدًا

    Artinya :“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 9).

    “Menjaga tradisi yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik adalah kunci santri dalam membangun peradaban bangsa yang berkemajuan dan bermartabat”

    iklanupdate
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here