spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaPCM Wonokromo Wakili Semangat Dakwah Berkemajuan di Penilaian CRM Awards 2026 LPCR-PM...

    PCM Wonokromo Wakili Semangat Dakwah Berkemajuan di Penilaian CRM Awards 2026 LPCR-PM PWM Jatim

    Pasuruan, kartanusa — Terus berkemajuan dan mencerahkan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo tampil memukau dalam ajang pemaparan penilaian Cabang, Ranting, dan Masjid (CRM) Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Berlangsung di Agro Mulia, Prigen, Pasuruan, pada Ahad (25/10/2026).

    PCM Wonokromo mengusung semangat utama bahwa sebuah keunggulan organisasi bukan diukur dari banyaknya program, melainkan seberapa besar perubahan nyata yang dihadirkan di tengah masyarakat.

    Dalam kesempatan tersebut, pemaparan dipimpin langsung oleh Ketua PCM Wonokromo, Ir. Lukman Rahim, didampingi oleh Wakil Ketua sekaligus Pengasuh Madrasah Ummi Maktum, Ustadz Muhammad Barid, S.Ag., M.Pd.

    Tiga Pilar Keunggulan PCM Wonokromo

    PCM Wonokromo mempresentasikan tiga program unggulan strategis yang menjadi tulang punggung gerakan persyarikatan di wilayah mereka:

    Pertama, Pendidikan Terintegrasi (SD–SMP–SMA Muhammadiyah): PCM Wonokromo membangun ekosistem pendidikan yang berjenjang dan berkesinambungan. Fokus utamanya mencakup penguatan tahfidz Al-Qur’an dan penguasaan bahasa Inggris secara konsisten dari tingkat dasar hingga menengah.

    “Tujuannya bukan sekadar mengejar prestasi akademik, melainkan membentuk perjalanan karakter Islami yang utuh bagi para peserta didik serta memperkuat kepercayaan orang tua terhadap amal usaha pendidikan Muhammadiyah.” Tutur Ustadz Lukman, panggilan akrabnya.

    Kedua, Madrasah Qori’mu Ummi Maktum: Dakwah Inklusif untuk Sahabat Difabel. Sebagai wujud nyata bahwa Islam hadir untuk semua kalangan, Madrasah Qori’mu Ummi Maktum hadir memberikan ruang khusus bagi penyandang disabilitas untuk belajar, membaca, menghafal Al-Qur’an (tahfidz), hingga mendalami qiraah.

    “Program ini memastikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan ruang interaksi sosial yang inklusif.” Ungkapnya.

    Ketiga, Konco Kopimu: Menggerakkan Ekonomi Umat dari Tingkat Ranting: Menyadari pentingnya kemandirian finansial bagi keberlanjutan dakwah, PCM Wonokromo menggagas Konco Kopimu. Program pengembangan bisnis berbasis perkopian ini melibatkan berbagai ranting di wilayah Wonokromo (seperti Jagir, Jagir Mulyo, Wonokromo, Darmo, dan Sawunggaling).

    “Selain menjadi sarana edukasi kewirausahaan, program ini dirancang untuk memberikan nilai tambah ekonomi bagi keluarga warga persyarikatan sekaligus memperkuat kas kemandirian ranting.” Katanya.

    Ukuran Gerakan: Dampak Nyata bagi Masyarakat

    Melalui pendekatan CRM Awards, PCM Wonokromo ingin menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak diukur dari seberapa tebal laporan administrasi atau seberapa banyak kegiatan yang tercatat. Tolok ukur utama adalah sejauh mana program-program tersebut mampu mengubah kualitas hidup masyarakat—mulai dari mutu pendidikan anak, akses ibadah bagi kaum difabel, hingga kesejahteraan ekonomi tingkat ranting.

    “Keunggulan bukanlah gelar untuk dibanggakan, melainkan tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas. Muhammadiyah hadir agar masyarakat merasakan hasil dari kerja itu.” Tegas Ustadz Lukman, Ketua PCM Wonokromo menutup pemaparannya.

    Dengan ikhtiar yang konsisten dari pendidikan, inklusivitas sosial, hingga pemberdayaan ekonomi, PCM Wonokromo terus membuktikan komitmennya untuk menghadirkan kemajuan dan kebermanfaatan nyata bagi umat. (Taufikhi).

    iklanupdate
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here