Surabaya, kartanusa – Pelaksanaan Posyandu Disabilitas yang diinisiasi oleh Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya bersama PCM dan PCA Wonokromo ini mendapat perhatian serta apresiasi positif dari Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ustadzah dr. Hj. Zuhrotul Mar’ah Lailatusholichah. Sabtu (31/10/2026).
Sebanyak 27 santri Madrasah Qori’mu Ummi Maktum Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, penuh khidmat mengikuti kegiatan yang berlangsung di Masjid Syuhada Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Gadung Wonokromo, Surabaya.
Dalam pandangannya, kegiatan yang mengusung tagline “Sehat Tanpa Batas, Peduli Tanpa Syarat”, ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial yang harus terus didukung dan diperluas jangkauannya. Ustadzah dr. Zuhrotul Mar’ah menilai bahwa kolaborasi lintas sektor, mulai dari tingkat ranting, cabang, daerah, hingga dukungan fasilitas pemerintah, sangat esensial dalam mewujudkan kota yang ramah disabilitas.
“Kehadiran Posyandu Disabilitas seperti ini sangat membantu dalam memetakan potensi sekaligus memberikan pendampingan kesehatan mental dan fisik secara langsung kepada anak-anak istimewa. Sinergi antara program kesehatan, edukasi PHBS, dan asesmen psikososial adalah langkah konkret untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan hak-hak dasar mereka.” Ujar dr. Zuhrotul Mar’ah memberikan apresiasi.
Lebih lanjut, dr. Zuhro juga berharap program-program pemberdayaan dan pemeriksaan kesehatan preventif semacam ini dapat menginspirasi wilayah-wilayah lain di Kota Surabaya.
“Program-program pemberdayaan dan pemeriksaan kesehatan preventif semacam ini dapat menginspirasi wilayah-wilayah lain di Kota Surabaya untuk lebih masif menghadirkan ruang publik serta layanan yang inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus.” Pungkasnya. (Humas/Gus).









