Jakarta, kartanusa — Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, memimpin langsung rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri anggota Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (02/11/2026).
Rapat strategis ini digelar untuk mengevaluasi sekaligus memastikan stabilitas perekonomian nasional di tengah dinamika global. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres.
Usai mengikuti ratas tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memaparkan bahwa berbagai indikator ekonomi Indonesia saat ini menunjukkan tren perkembangan yang positif dan menggembirakan.
Indikator Positif Sektor Riil dan Perdagangan
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menjelaskan bahwa ketahanan ekonomi nasional tercermin nyata dari penguatan kinerja sektor manufaktur, surplus neraca perdagangan yang terus terjaga, serta pertumbuhan ekspor nasional yang konsisten.
“Capaian ini menunjukkan bahwa mesin penggerak ekonomi domestik masih berjalan secara optimal dan produktif.” Tuturnya.
Selain sektor riil dan perdagangan, Lanjut Erlangga, stabilitas harga di dalam negeri juga berada dalam kondisi yang sangat terkendali. Menurutnya, tingkat inflasi Indonesia tetap berada pada sasaran pemerintah.
“Berdasarkan data per Oktober 2026, tingkat inflasi Indonesia tetap berada dalam rentang sasaran yang telah ditetapkan oleh pemerintah.” Ungkapnya.
Fondasi Ekonomi yang Tangguh
Menurut Menko Perekonomian, terjaganya tren positif dari berbagai indikator makroekonomi tersebut membuktikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh, tangguh, dan kuat menghadapi berbagai tantangan global hingga saat ini.
“Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga momentum pertumbuhan ini melalui berbagai kebijakan fiskal dan moneter yang tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat luas.” Pungkasnya. (Humas/Gus).









