Madiun, kartanusa – Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) menggelar Webinar Session dengan menghadirkan Dr. Muhammad Najih Farihanto, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Selasa, 3 November 2026. Tema yang diusung dalam Webinar Session tersebut adalah; “Membuat Konten Media Sosial dari Kuliah untuk Branding dan Promosi Kampus”.
Selain diikuti dosen, Webinar Session ini juga diikuti mahasiswa dari beberapa prodi yang dikelola UMJT. Sejumlah topik menarik disampaikan dalam sesi webinar yang berlangsung hampir dua jam tersebut
Pada awal sesi, Dr. Muhammad Najih, mengenalkan karakteristik sejumlah platform media sosial yaitu TikTok, Instagram (IG) Facebook (FB), Threads, X (dulu Twitter) dan YouTube.
Mengenai TikTok, lanjut Najih, panggilan akrabnya, menerangkan, bahwa platform ini memiliki kekuatan pada algoritma yang sedang trending dan mudah dipahami.
“TikTok itu berisi hal-hal sederhana, orang ngga mau mikir berat larinya ke TikTok. Bisa dimanfaatkan buat video lucu, emotional. Kekuatan TikTok di video pendek 30 detik.” Ujar figur di Pusat Syiar Digital Muhammadiyah (PSDM) tersebut.
Sedang untuk Instagram, menurut Najih, memiliki kekuatan pada visualisasi. Ia menyarankan apabila memiliki visual yang estetik bisa diunggah di Instagram.
“Instagram SD Muhammadiyah Parakan itu visualnya bagus luar biasa.” Terang Najih.
Dalam kesempatan tersebut juga, Dr. Muhammad Najih menyampaikan bahwa pembahasan terkait cara membangun serta apa pentingnya personal branding bagi dosen. Menurutnya, cara membangun personal branding adalah dengan membuat konten yang sesuai keahlian dosen (niche). Lalu dosen membiasakan untuk membuat konten saat mengajar. Prosesnya melalui lima tahap, yakni:
Pertama, Dosen harus menentukan karakteristik yang dimiliki.
Kedua, Mengenali audiens utama yaitu mahasiswa.
Ketiga, Membentuk konten yang konsisten. Najih memberi contoh saat dosen mengajar, tiba-tiba ada mahasiswa yang lama menghilang muncul dikelas. Itu bisa dijadikan konten.
Keempat, Membangun ciri khas (personal branding). Najib memberi contoh dirinya yang menempatkan diri sebagai helpful dosen (dosen suka membantu).
“Berikutnya lakukan pengujian, evaluasi, dan persempit terkait views, like, commend, saved, repost, shared. Yang like gimana? Yang shared banyak yang mana?” Terang anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah tersebut.
Format Konten Sosial Media
Pemahaman lain yang disampaikan Dr. Muhammad Najih Farihanto adalah format dalam membuat konten sosial media yang disebutnya dengan format 4T, yaitu tertawa, terwakili, tersindir dan tercerahkan.
“Tertawa itu menghibur, atau menampailkan hal-hal ringan.Terwakili itu membuat audiens diwakili. Tersindir itu konten yang membuat audien merasa dirinya tersentuh, dan tercerahkan itu konten yang ada wawasan, ilmu dan inspirasi.” Terang Najih. (Humas/Joko).









