spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaSpemma Pucang Surabaya Raih Juara 3, Usung Konsep Kampung Jogokariyan dalam Lomba...

    Spemma Pucang Surabaya Raih Juara 3, Usung Konsep Kampung Jogokariyan dalam Lomba Menghias Tumpeng Milad Muhammadiyah ke-114

    Surabaya, kartanusa– Terus berkemajuan dan mencerahkan, Semarak Milad Muhammadiyah ke-114 turut dimeriahkan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel melalui berbagai perlombaan yang melibatkan sekolah dan amal usaha Muhammadiyah. Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah lomba menghias tumpeng.

    Ajang ini tidak sekadar menguji kreativitas peserta, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk mengenalkan kembali nilai-nilai sejarah perjuangan Muhammadiyah. Dalam kesempatan tersebut, Sekolah Unggul Nasional SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya tampil unik dengan mengusung konsep; “Kampung Jogokariyan”. Sabtu (07/11/2026).

    Pemilihan konsep ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus ajakan untuk mengenang kembali jejak sejarah perjuangan Muhammadiyah yang berawal dari Kauman, Yogyakarta, serta semangat dakwah para tokoh dan masyarakat yang turut membesarkan persyarikatan.

    Melalui konsep ini, Spemma Pucang Surabaya ingin menyampaikan pesan mendalam bahwa sebuah perjuangan besar selalu berawal dari lingkungan yang sederhana. Semangat dakwah, pengabdian, dan kebersamaan yang tumbuh dari akar masyarakat menjadi nilai penting yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

    Filosofi Warna Tumpeng Spemma

    Tim perwakilan Spemma Pucang Surabaya yang digawangi oleh Ustadzah Asmiatin, Ustadzah Atika Ratnasari, Ustadzah Nana, Ustadzah Yuli Wahyuni, dan Ustadzah Wardah, tampak kompak menyiapkan sajian tumpeng dengan penuh kreativitas. Mereka menghadirkan nasi tumpeng dengan tiga warna utama: kuning, hijau, dan biru. Setiap warna memiliki makna filosofis tersendiri, di antaranya:

    Pertama, Warna Kuning: Melambangkan cahaya, harapan, dan semangat pencerahan yang menjadi bagian dari perjuangan pendidikan Muhammadiyah.

    Kedua, Warna Hijau dan Biru: Merepresentasikan identitas khas persyarikatan Muhammadiyah yang lekat dengan nilai keislaman, keteduhan, serta kemajuan.

    “Setiap detail hiasan tumpeng dirancang bukan sekadar untuk mengejar keindahan visual, melainkan sebagai media edukasi untuk mengenang sejarah dan menyampaikan nilai-nilai perjuangan persyarikatan.” Ujar Ustadzah Atika Ratnasari, S.Pd., salah satu anggota tim.

    Jeri Payah Berbuah Prestasi: Spemma Pucang Surabaya Raih Juara 3

    Ustadzah Atika, panggilan akrabnya, menyampaikan bahwa berkat kekompakan, kerja sama, dan kreativitas tinggi yang ditampilkan oleh tim, Spemma Pucang Surabaya sukses meraih Juara 3 dalam lomba menghias tumpeng tersebut.

    “Capaian ini tentu menjadi kebahagiaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga bagi seluruh anggota tim.” Ungkapnya.

    Lebih dari sekadar membawa pulang penghargaan, tambah Ustadzah Atika, bahwa keikutsertaan ini mengingatkan kembali bahwa perayaan Milad ke 114 Muhammadiyah bukan hanya tentang merayakan pertambahan usia, melainkan momentum untuk merawat ingatan terhadap sejarah dan melanjutkan estafet perjuangan.

    “Dari sebuah kampung sederhana, pernah tumbuh gerakan besar yang terus memberikan manfaat luas bagi umat dan bangsa. Semangat inilah yang ingin terus dihidupkan oleh Spemma Pucang Surabaya, hari ini dan di masa mendatang.” Pungkasnya. (Atika).

    iklanupdate
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here